16 Kaca Mapolsek Tegineneng Hancur Diserang Massa

Kondisi Mapolsek Tegineneng paska dikepun warga sekitar. PeNa Sapto Firmansis
PESAWARAN (PeNa)-Puluhan massa menyerang markas kepolisian sektor (Mapolsek)  Tegineneng, Kabupaten Pesawaran sekitar pukul 07.30WIB,Jumat (17/3).
Penyerangan massa tersebut diduga buntut tewasnya warga yang ditemukan dibendungan Way Sekampung, Bumi Agung,Tegineneng.”Sebelumnya memang ada anggota kita mau lakukan patroli. Saat melintas, dilihatnya ada sekumpulan orang yang diduga sedang mengkonsumsi narkoba disamping bendungan ini. Saat anggota menghampiri, mereka langsung bubar dan melarikan diri. Ada yang loncat kebendungan dan ada juga yang lari. Kemudian, anggota menangkap satu orang dan sudah diamankan, ” kata Kapolres Pesawaran, AKBP Syarhan di Bendungan Way Sekampung, Tegineneng, Jumat (17/3).
Dijelaskan, bahwa korban yang tewas diduga tidak dapat berenang dan jenazahnya baru diketemukan tersangkut dipintu bendungan. “Ya, pagi tadi masyarakat kasih info ada mayat yang tersangkut dipintu bendungan. Lalu, kami bergerak bersama anggota dibantu juga dari tim SAR, ” jelas dia. 
Untuk penyerangan yang diduga dilakukan sekelompok masaa, menurutnya kepolisian masih menyelidikinya. “Ya benar, tadi pagi sekitar pukul 07.30 Mapolsek diserang sekelompok orang. Kebetulan, kantor tersebut hanya ada dua orang jaga. Karena yang lain sedang upacara rutin di Mapolres Pesawaran, ” terang dia. 
Massa menyerang dan melempari mapolsek dengan menggunakan batu. Tidak ada korban, karena dua orang anggota yakni Aiptu Heri dan Panit Intel Parmo yang saat itu berada dikantor berhasil menyelamatkan diri dengan menghindar dan berlindung dibalik tembok.”Kejadian begitu cepat, tiba-tiba massa menyerang mapolsek dengan batu dan pot bunga yang ada didepan mapolsek. Dua anggota dan tiga tahanan selamat,” ujar dia. 
Ditegaskan, sekarang kondisinya sudah kondusif aman dan terkendali. Pecahan kaca juga sudah dibersihkan untuk dapat dipergunakan kembali. “Sudah aman dan terkendali, mudah-mudahan segera selesai, ” tegas dia. 
Pantauan PeNa dilapangan, korban yang ditemukan tewas diduga bernama Edi (36) warga Bumi Agung. Hal tersebut dikatakan warga sekitar yang enggan disebut namanya saat dilokasi kejadian. “Ya kalau yang meninggal itu namanya Edi umuran 36 tahun warga prapatan Bumi Agung sini,” kata dia. PeNa-spt. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *