Ada Gizi Buruk di Pesawaran

PESAWARAN (PeNa)- Program Keluarga Harapan (PKH) belum sepenuhnya menyentuh keluarga tidak mampu, hal itu terbukti masih adanya warga yang diduga menderita Gizi Buruk belum terdata di program PKH tersebut.

Kepala Desa Harapan Jaya, Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran, Anawi kepada PeNa mengakui jika anak pasangan Emi dan Arnah yakni Ulul Albab belum terdata dalam PKH padahal keduanya masuk dalam kategori keluarga miskin dan anaknya diduga menderita Gizi Buruk).

“Ya anak dari Emi dan Arnah ini seperti kurang gizi, karena usianya sudah enam tahun tapi masih seperti bayi, ” kata Anawi, Minggu (29/1).

Menurutnya, keluarga tersebut memang keluarga yang serba kekurangan. Artinya untuk menghidupi keluarganya kerap tidak dapat memenuhinya. “Memang warga kami ini,untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja masih belum dapat mencukupi, ” ujarnya.

Senada dengan kepala desa, Emi yang saat itu menggendong Ulul Albab juga menuturkan kalau untuk memberikan makanan yang bergizi untuk anaknya tidak mampu. Ia mengatakan, untuk makanan Ulul Albab,  keluarganya memberinya air gula aren. “Ya dulu pernah kita belikan susu,tapi lama kelamaan kami tidak sanggup membelinya. Untuk itu, sekarang kami memberinya dengan air gula aren, ” kata dia.

Emi juga meminta kepada pemerintah untuk dapat memberikan bantuan kepada anaknya. “Ya, kalau kami sebenarnya sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk anak kami. Agar beban kami ringan, karena kehidupan kami yang serba kekurangan ini membuat anak kami seperti ini, ” ungkapnya.

Bantuan apapun,kata dia, belum pernah diterimanya selain beras raskin. Saat ditanya apakah keluarganya masuk dalam PKH,  ia mengaku tidak termasuk didalamnya. “Selain raskin, kami tidak pernah mendapat bantuan apapun. Apalagi masuk PKH, gak pernah mengetahuinya,” ungkapnya.

Emi dan keluarga juga sangat mengharapkan kepada bupati untuk dapat mendatangi rumah dan kampungnya agar dapat melihat secara langsung kesusahan yang dialami. “Ya kalau bisa, bupati pak Dendi bisa kesini biar bisa melihat langsung keberadaan kami dan kampung ini yang masih tertinggal, ” pintanya.

Terkait belum adanya bidan desa dikampung tersebut,  Kepala Desa Anawi juga sangat mengharapkan kepada pemerintah daerah agar dapat segera menempatkan bidan desa yang bisa selalu siap melayani kesehatan masyarakatnya. “Ya, kami semua disini sangat mengharapkan adanya bidan desa. Semua ini untuk kepentingan kesehatan masyarakat kami, agar dapat dengan cepat terlayani,” pinta dia. PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *