Ahli Madya Analis Kesehatan Adalah Tenaga Laboratorium

PESAWARAN-(PeNa), Soal penulisan formasi yang dianggap sebagai penghalang bagi pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)  bidang kesehatan kini terus diupayakan. Pasalnya, 74 orang  tenaga laboratorium yang sudah mendaftar terancam tidak lolos seleksi verfikasi pada tingkat awal.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran Harun Tri Joko menuturkan bahwa, pihaknya telah berkoordinasi dengan BKPSDM mengenai persoalan tersebut. “Ya, kami sudah berkoordinasi dengan BKPSDM mengenai hal ini, dan besok (Jumat, 12/10) kami akan membuat surat pernyataan penguatan jika ahlimadya analis Kesehatan merupakan tenaga laboratorium untuk sektor Kesehatan,” tutur Harun,  Kamis (11/10).
Menurutnya, hal tersebut sudah sesuai dengan Keputusan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. “Kita juga akan kuatkan dengan Kepmenkes RI nomor 370/MENKES/SK/III/200 yang menyatakan bahwa analis Kesehatan atau disebut juga ahli teknologi laboratorium kesehatan adalah tenaga kesehatan dan ilmuan berketerampilan tinggi yang melaksanakan dan mengevaluasi prosedur laboratorium dengan memanfaatkan berbagai sumber daya, ” ujar dia.
Diketahui, dalam formasi CPNS ada empat instansi di Kabupaten Pesawaran yang membutuhkan tenaga laboratotium. Yakni, Puskesmas Maja, Puskesmas Way Khilau, Puskesmas Pidada dan RSUD Kabupaten Pesawaran. Tercatat, untuk pendaftar yang sudah menyerahkan berkas adalah 11 orang pada Puskesmas Maja, 15 orang pada Puskesmas Way Khilau dan 7 orang pada Puskesmas  Pidada serta 41 orang pendaftar di RSUD Kabupaten Pesawaran.
Soal terancamnya pelamar CPNS bidang kesehatan yang terhalang prodi pada formasi yang dibutuhkan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kabupaten Pesawaran dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran akan mengupayakan memenuhi kebutuhan tersebut.
“Memang pada pengumuman untuk formasi CPNS 2018 dibutuhkan untuk lulusan D3 Laboratorium, tapi setelah kita kroscek tidak ada prodi Laboratorium, kecuali Analis Kesehatan untuk sektor Kesehatan dan Sains untuk sektor Pendidikan,” ungkap Kepala BKPSDM Kabupaten Pesawaran Zaenal.
Menurutnya, hal itu akan segera ditindaklanjuti antara BKPSDM dan Dinas Kesehatan. “Tentunya kami akan berupaya agar kebutuhan yang diusulkan bisa terpenuhi, sebab, sangat disayangkan jika formasi tersebut tidak bisa terpenuhi, hanya karena adanya kesalahan nama formasi yang dibutuhkan,” ujar dia.
Zainal juga menegaskan akan meminta  Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran untuk bisa membuat surat pernyataan penguatan agar formasi tersebut bisa terisi. “Memang jika mengacu pada formasi D3 Laboratorium, tentunya tidak ada yang bisa lolos verifikasi berkas karena tidak ada prodinya, sedangkan jika akan mengubah Nomenklatur formasi juga waktunya sudah mepet. Makanya kami akan meminta kepada Dinas Kesehatan untuk membuat pernyataan yang menyatakan bahwa analis kesehatan bisa ikut mendaftar CPNS untuk Kebutuhan tenaga laboratorium, ” tegas dia. PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *