Baru Setahun Dibangun, RS Komunitas Tak Layak Huni

Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal Saat Meninjau Rumah Sakit Komunitas bebrapa Waktu Lalu.

BANDARLAMPUNG (PeNa)-Pembangunan proyek di Dinas Kesehatan Provinsi Lampung yakni kegiatan Rumah Sakit Komunitas tahun 2015 senilai Rp9,2 Miliar  di duga sarat penyimpangan.
PT. Manggala Wira Utama selaku rekanan dalam pengerjaan itu di duga asal-asalan pasalnya kegiatan tahun 2015 lalu yang menelan alokasi anggaran sebesar Rp Rp9,2 Miliar itu kini sudah mengalami banyak kerusakan.

Ketua LSM Gerakan Lembaga Anti Korupsi (Galak), Suadi Romli mengungkapkan, rumah sakit yang berada di di Pekon Way Suluh, Krui Selatan itu terlihat sudah mengalami kerusakan.

Dikatakannya, kondisi rumah sakit tersebut sangat memprihatinkan dari paving blok, dinding retak-retak hingga lantai pecah dan hancur serta ambruknya siring membuktikan jika bangunan yang baru berumur satu tahun itu diindikasikan pengerjaannya asal-asalan.

“ Kami menduga pengerjaan itu asal jadi dan disinyalir batu yang digunakan untuk pondasi menggunakan batu bulat, material nya tidak sesuai dengan rencana Anggaran Biaya,” ungkap Romli ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (12/12).

Dia menambahkan, selain indikasi pengerjaan rumah sakit komunitas yang cenerung asala-asalan, Dinkes Provinsi Lampung telah lalai melakukan pengawasan dalam pengerjaan proyek tersebut.
Proses lelang proyek itu pun, imbuhnya diduga terjadi afiliasi pasalnya PT. Manggala Wira Utama diketahui mendapatkan sejumlah proyek di Dinkes bahkan nilai penawaran dari perusahaan itu kurang dari satu persen mendekati Harga Perkiraan Sendiri (HPS)

“ Kami menduga ada persekongkolan dalam proses lelangnya, apalagi jika melihat nilai penawarannya hanya seliisih sedikit sekali dari HPS,”urainya.

Romli menegaskan, pihaknya berharap aparat hukum dapat melakukan peneyelidikan terhadap 
dugaan penyimpangan tersebut dan untuki mendesak Kejaksaan Timngi (Kejati Lampung, Galak dan sejumlah elemen lainnya akan menggelar aksi massa.

“ 9 Desember lalu beretapatan dengan hari anti korupsi, jadi untuk memperingatinya, kami dan beberapa elemen lainnya akan menggelar aksi unjuk rasa agar persoalan sejumlah dugaan penyimpangan yang ada di dinas kesehatan provinsi Lampung dapat di tangani oleh aparat hukum,”tandasnya.(BG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *