Bukan Soal Pencalonan, M.Nasir  Datangi Polres Pesawaran 

PESAWARAN-(PeNa), Mewakili Kapolres AKBP Vero Aria Radmantyo, Waka Polres Pesawaran Kompol Ujang Supriyanto menerima kedatangan M.Nasir dan rekan di Aula Sanika Satyawada, Senin (28/06/2020).
M.Nasir datang bukan sebagai bakal calon Bupati Pesawaran melainkan sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pesawaran  untuk menyampaikan sikap terkait insiden pembakaran bendera partai berlambang moncong putih beberapa waktu lalu disalah satu daerah.
“Semestinya Bapak Kapolres Pesawaran yang menerima pada hari ini, namun dikarenakan ada kegiatan Peringatan hari keluarga nasional tingkat Kabupaten Pesawaran maka diwakilkan kepada saya,” kata Ujang.
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh rombongan berseragam merah tersebut sudah tepat dan bagus yakni dengan menempuh jalur hukum atas peristiwa yang terjadi pada partainya.
“Terima kasih kepada DPC PDIP Pesawaran yang tidak turun ke jalan dan sudah mengambil langkah yang elegan dengan menempuh jalur hukum. Apa yang disampikan tadi akan kami laporkan secara berjenjang ke Polda Lampung,” ujar dia.
Ditegaskan, pihaknya sangat mendukung dengan langkah yang dilakukan DPC PDI Perjuangan Bumi Andan Jejama dan meminta untuk berkoordinasi terkait keamanan dan ketertiban di pemilihan kepala daerah (pilkada) yang rencananya akan dilangsungkan tanggal 09 Desember 2020 mendatang.
“Kami mendukung apa yang dilakukan dalam penegakan hukum terkait permasalahan yang diadukan ini. Kedepan harapan kami sebagai penegak hukum mohon kerjasamanya dalam menciptakan kamtibmas yang kondusif di Pesawaran pada pilkada 2020 ini,” tegas dia.
Dipertemuan tersebut, Kompol Ujang Supriyanto didampingi oleh Kabag Ops Polres Pesawaran Kompol Yohanis, Kasat Intel Polres Pesawaran Iptu Sukoco, Kasat Sabhara Polres Pesawaran AKP Elvis Yani dan Kanit Politik Sat Intelkam Polres Pesawaran Ipda Dartiyo Santiko.
Kemudian, M.Nasir bersama rekan separtainya yakni Wakil Ketua DPC PDIP Pesawaran Bidang organisasi Arya Guna, Anggota Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Pesawaran Bambang, Heri Yurizal, Suprapto, Evi Dwiyana Lestari dan para pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pesawaran.
“Karena Negara Indonesia adalah negara hukum, dimana hukum sebagai panglima, sejalan dengan perintah dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Lampung untuk menyerahkan kasus ini kepada penegak hukum, maka dengan ini kami DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pesawaran mendorong Penegak Hukum yakni Kepolisian Republik Indonesia melalui Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Pesawaran untuk menyampaikan aspirasi kami kepada seluruh jajaran kepolisian khususnya kepolisian yang menjadi wilayah hukum penanganan kasus dimaksud, ” kata M. Nasir.
Adapun bunyi pernyataan sikap atas kejadian tersebut yaitu :
1. Bahwa kami PDI Perjuangan Kabupaten Pesawaran mengutuk keras pembakaran Bendera PDI karena itu kami meminta kepada Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut Perjuangan, tuntas serta menghukum pelaku dan dalang dari Pembakaran Bendera PDI Perjuangan pada aksi demontrasi Penolakan RUU HIP tanggal 24 Juni 2020 sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Bahwa kami tegaskan, PDI Perjuangan adalah berasaskan Pancasila, dan kami selalu teguh berkomitmen untuk mempertahankan NKRI.
3. Bahwa kami PDI Perjuangan selalu menghargai setiap pendapat maupun pandangan yang berbeda, tetapi kami menolak dan megecam keras setiap aksi-aksi provokatif dan politik adu domba yang dilakukan oleh oknum-okmum yang dapat mengakibatkan perpecahan antar anak bangsa.
Oleh: sapto firmansis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *