Camat Minta Peran Aktif Pers

PESAWARAN(PeNa)Dalam membangun desa, dibutuhkan peran aktif pers. Ini dimaksudkan, agar semua kegiatan pembangunan di desa-desa dapat diketahui oleh masyarakat secara menyeluruh maupun pemerintah kabupaten selaku i duk daerah. 
Hal tersebut disampaikan Camat Kedondong, Marzuki Ali dalam pertemuan dengan 12 kepala desa Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran diruang kerjanya, Selasa (7/3). “Dalam melakukan kegiatan pembangunan, desa sangat membutuhkan peran aktif dari pers. Ini dimaksudkan untuk menginformasikan kepada masyarakatnya tentang apa yang telah dicapai, baik itu pembangunan fisik maupun non fisik, ” kata dia. 
Menurutnya, peran aktif tidak hanya pada kegiatan seremonial saja. Melainkan dalam segala hal juga diperlukan, agar proses transparansi dan akuntabel pembangunan tercapai. “Bukan hanya pada kegiatan seremoni saja, dalam segala hal juga peran aktif pers diperlukan guna mencapai proses transparansi dan akuntabel pembangunan berjalan dengan baik, ” tuturnya. 
Semua kepala desa, ungkap dia, diharapkan tidak lagi merasa takut dan segan dengan insan pers.”Jadi kita semua tidak usah merasa takut dengan insan pers. Biarkan mereka bekerja sesuai dengan etika jurnalistiknya. Walaupun masih ada oknum yang kerap mengatasnamakan insan pers atau kelompok tertentu, prinsipnya kita bekerja sesuai aturan yang ada,” ungkap Marzuki yang kerap disapa Daing Juki
Senada dengan camat, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (Apdesi)  Kecamatan Kedondong, Irwan Rosa juga menyatakan hal yang sama. Namun, Irwan lebih mengungkapkan tentang perilaku oknum insan pers yang kerap memberitakan tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu. “Kami sering mendapat perlakuan yang kurang mengenakan, ketika ada insan pers yang langsung memberitakan sesuatu desa dari sisi negatif namun tidak ada konfirmasi dari kepala desa yang terkait. Untuk itu, kami sangat memohon untuk dilakukan sosialisasi terkait undang-undang pers agar kami semua memahami,” kata dia. 
Selain itu, Irwan Rosa juga mengakui bahwa tidak semua kepala desa itu pintar. Lalu, tidak semua kepala desa itu juga bodoh. Sehingga ketika membuat laporan atau mengelola keungan dapat dilakukan dengan sempurna. “Ya betul, kami sangat mengakui. Bahwa tidak semua kepala desa itu pintar, tapi juga bukan berarti semua kepala desa itu bodoh, ” tegas dia. PeNa-spt. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *