Disfungsi Kaderisasi, Caleg Gerindra Mantan Sekda Terpidana Narkoba

Bandar Lampung (PeNa)-Rekam jejak Calon Legislatif (Caleg) tidak menjadi skala prioritas bagi Partai Gerindra Provinsi Lampung dalam rekrutmen Caleg, meski rekam jejak perlu dilakukan untuk meningkatkan kredibilitas partai politik sekaligus menjadi bagian dari kontrol pada proses rekrutmen caleg namun dengan pencalonan Mukhlis Basri pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang yang notabene mantan terpidana narkoba saat menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Tanggamus menjadi bukti jika rekrutmen dan kaderisasi di partai besutan Prabowo mengalami disfungsi akut.

Direktur Eksekutif Masyarakat Transparansi Lampung (Matala), Hendri Andriansyah berpendapat rekrutmen Mukhlis sebagai Caleg sekaligus Ketua DPC Gerindra Tanggamus Cenderung instan dan hal itu merupakan  potret rapuhnya sistem rekrutmen parpol  dengan mengutamakan kader karbitan dan tidak paham garis perjuangan partai, selain itu rekrutmen Mukhlis menurutnya hanya untuk menghadapi momentum Pemilu mendatang.

“Rekrutmen Parpol belum membuka ruang bagi orang-orang yang mempunyai integritas, meski tidak menyalahi undang-undang atau PKPU tentang pencalonan namun rekam jejak menjadi sangat penting agar masyarakat tahu siapa sebenarnya calon yang akan mewakili mereka di DPRD, DPR RI atau DPD. Jika DPD Gerindra Lampung lebih yakin dengan kader karbitan, dikhawatirkan justru akan menjadi bumerang bagi partai dalam Pileg mendatang,”kata Hendri, Selasa (17/7).

Dikatakannya, penangkapan Mukhlis oleh Dirnarkoba Polda Lampung saat menggelar pesta narkoba di Hotel Emersia, Sabtu 21 Januari 2017 lalu yang akhirnya menjalani hukuman atas putusan kasus kepemilikan empat butir pil happy five di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, sejatinya menjadi pertimbangan bagi Gerindra Lampung untuk tidak merekrut mantan terpidana narkoba menjadi Caleg.

“ Jangan hanya karena alasan kebutuhan pengisian jabatan internal partai akhirnya rekam jejak tidak menjadi syarat DPD Gerindra Lampung dalam rekrutmen kader, publik masih ingat dengan hebihnya pejabat Lampung yang sedang pesta narkoba di hotel, nah ternyata mantan terpidana narkoba itu justru akan menjadi wakil rakyat. Publik pastinya heran dengan proses rekrutmen ini saya fikir rekrutmen menjadi salah satu fungsi partai yang penting jika soal ini diabaikan ada kecenderungan proses kaderisasi dan rekutmen di tubuh partai itu akan mengalami disfungsi akut,”tandasnya.

Diketahui, Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung menangkap Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus Mukhlis Basri bersama teman wanitanya o PNS Pemprov Lampung Oktarika di sebuah Hotel Emersia, Bandar Lampung, pada Sabtu, 21/1/2017, sekitar pukul 23.30 wib. Selain menangkap Sekretaris daerah Kabupaten Tanggamus Mukhlis Basri, bersama teman wanitanya, petugas juga mengamankan satu anggota DPRD Tanggamus atas nama Nuzul Irs Fraksi PDIP, dan dua pegawai swasta Doni Lesmana dan Eddi Yusuf.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *