Hore… Upah Honorer Naik

LAMPUNG TENGAH (PeNa)- Bupati Lampung Tengah, Mustafa berjanji pada tahun 2017 akan menaikkan upah gaji guru honor sebanyak dua kali lipat. Kebijakan tersebut bertujuan agar kesejahteraan guru honor di kabupaten tersebut dapat menjadi lebih baik.

Dalam Seminar Nasional Pendidikan di Gedung Sesat Nuwo Balak Lamteng, Senin (28/11), Mustafa mengaku akan segera menyusun rancangan Perda terkait kenaikan honor untuk para guru honor. Setidaknya ada sekitar 2000-an guru berstatus honor di Lampung Tengah. Sebagai ujung tombak dalam membangun generasi bangsa yang cerdas, kata Mustafa, harus ada perhatian dari pemerintah.

“Tahun depan (2017), gaji tenaga honor akan dinaikan dua kali lipat. Saat ini, saya sedang rancang Raperda-nya. Mudah-mudahan bisa direalisasikan sesuai dengan target yang diharapkan,” ungkap Mustafa.

Terkait sertifikasi, Mustafa menginstruksikan agar segera dibayarkan dan bersih dari potongan-potongan. Bagi oknum yang terbukti melakukan pemotongan, tegas Mustafa, akan ditindak tegas. “Sertifikasi, saya harap tidak diganggu dan segera dibayarkan, karena itu adalah hal yang harus segera ditunaikan,” kata dia.

Pada kesempatan itu, Mustafa meminta agar guru bisa menjadi teladan bagi siswa dan masyarakat. Selain itu diharapkan dapat mewujudkan pendidikan berkualitas yang melahirkan generasi-generasi cerdas dan berdaya saing. Seperti pembangunan sektor lainnya, sektor pendidikan di Lamteng harus maju.

Dikatakannya, upaya pembenahan akan dilakukan mulai dari infrastruktur pendidikan, tenaga pengajar dan output tenaga kependidikan. Tak hanya fokus mengajar, guru juga diharapkan dapat berlomba-lomba untuk mewujudkan pendidikan yang terbaik.

Kedepan, sambungnya, Pemkab akan menggelar lomba sekolah terbaik dengan reward 200 juta. Kriteria, kata Mustafa, mencakup sekolah terbersih, terbagus dan terbaik. Hal ini diharapkan bisa menjadi stimulan bagi tenaga pendidik dan kependidikan untuk lebih baik lagi.

“Saya akan adakan lomba di sekolah. Hadiahnya 200 juta dianggarkan. Pendidikan jadi tanggung jawab bersama. Ciptakan generasi yang bisa membangun merah putih dan Sai Bumi Ruwa Jurai,” imbuhnya.

Ia menambahkan, guru juga diminta untuk membantu siswa dalam memerangi seks bebas, narkoba, dan tawuran. “Saya sudah terbitkan Perbup, siswa harus bisa mengaji sebagai syarat masuk SD hingga SMA. Saya ingin kuat mentalnya dan imannya,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *