Hukum Adat Pepadun, Seno Aji Pantas Disanksi Hukum Mati

Bandar Lampung (PeNa)-Penghinaan Ketua Angkatan Muda Partai Golkar Kota Bandar Lampung Seno Aji dengan menyebut Kikat Hanuang Bani yang digunakan Calon Anggota DPD RI Amir Faisal Sanjaya mirip dengan Jin pencabut nyawa terus menuai protes masyarakat adat Lampung baik Saibatin maupun Pepadun.

Suttan Pangeran Mangkubumi dari Mergo Nunyai Anek Kuto Alam, Lampung Utara meminta masyarakat adat Saibatin tidak memberikan maaf kepada Seno Aji yang telah melecehkan budaya Lampung karena apa yang telah dilakukan loyalis Arinal Djunaidi buka hanya sebagai bentuk penghinaan simbol adat namun juga menginjak-injak falsafah hidup masyarakat Bumi Rua Jurai.

“ Jika dalam adat kami pepadun itu harus Cepalo 12 Balin Nyawo artinya ada sanksi adat dalam masyarakat Lampung selain berisi larangan-larangan juga memuat sanksi hukum mati dan cepalo ke dua belas adalah hukuman mati. Seno Aji tidak lagi mengindahkan falsafah hidup orang Lampung, kalau menurut kami tidak ada kata damai bagi mereka yang seenaknya melecehkan adat Lampung,”tegas Perwatin Anek Kuto Alam, Lampung Utara, Senin (9/7).

Dikatakannya, meski dibayar dengan nyawa sekalipun tidak dapat menghapus penghinaan yang telah dilakukan oleh Seno Aji, karena begitu teguh dan kuatnya masyarakat Lampung menjalankan adat dan istiadat yang telah menjadi kebiasaan  turun temurun.

“ Kami berharap saudara kami masyarakat adat Saibatin tidak begitu saja memberikan maaf, sekali lagi kami tegaskan ini bukan hanya penghinaan pada simbol adat saibatin, Seno Aji telah melecehkan adat budaya Lampung secara keseluruhan baik dari Saibatin maupun Pepadun,”tandasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *