Langgar Kode Etik, Peradi Laporkan Dedy

BANDARLAMPUNG (PeNa)- Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Bandar Lampung akan melaporkan Dedy Mawardi dan Osep Dody ke Dewan Pengurus Nasional (DPN) Peradi jika keduanya masih menjalankan profesi Advokat.
Pasalnya kedua Advokat tersebut masuk dalam pengawasan Peradi Bandar Lampung setelah adanya pengajuan sanksi pemberhentian sementara selama 12 bulan oleh Ketua Mahkamah Agung 17 Januari lalu.
“ Kami akan laporkan ke DPN pusat untuk memutuskan pemberian sanksi jika keduanya masih melakukan profesi tersebut, dan Peradi Bandar Lampung  sebagai perpanjangan tangan dari DPN akan mengawal proses itu,”tegas Ketua Peradi Bandar Lampung, Muhammad Ridho, Senin (6/2).
Disinggung adanya surat resmi dari DPN terkait pemberhentian sementara kedua Advokat itu, Ridho mengaku mengetahuinya.
“ Saya dapat informasi secara lisan terkait dengan dugaan pemberhentian sementara sebagai advokat untuk Dedy Mawardy dan Osep Dody,” Kata M.Ridho.
Dijelaskannya, apabila merujuk pada Undang-Undang (UU) advokat No.18 tahun 2003 tentang advokat, anggaran dasar Peradi dan kode etik advokat Indonesia serta keputusan dari Dewan Pimpinan Nasional Peradi no 137.Peradi/DPN/XII/2016 tentang petunjuk teknis pelaksanaan eksekusi dewan kehormatan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.
“Dewan Kehormatan Pusat Perhimpunan Advokat Indonesia (DKP Peradi) telah memeriksa dan memutus perkara –perkara pelanggaran kode etik advokat pada tingkat banding dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap dengan beberapa klarifikasi putusan,”urainya.
Pertama, Advokat terhukum dengan sanksi pemberhentian tetap. Kedua, Advokat terhukumdengan sanksi pemberhentian selama tiga bulan. Ketiga, Advokat terhukum dengan sanksi pemberhentian selama 6 bulan. Keempat, Advokat terhukum dengan sanksi pemberhentian selama 8 bulan. Kelima, Advokat terhukum dengan sanksi pemberhentian selama 9 bulan dan Advokat terhukum dengan sanksi pemberhentian selama 12 bulan.

“Pemberian sanksi untuk advokat ini merupakan kewenangan dari DPN. Kalau dia terkena sanksi biasanya dia bermasalah,” tandasnya.(BG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *