Loyalis Arinal Hina Masyarakat Adat Lampung Saibatin

Bandar Lampung (PeNa)-Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Bandar Lampung Seno Aji diduga melakukan pelecehan terhadap nilai-nilai kearifan lokal budaya Tanah Lado khususnya masyarakat Lampung Saibatin dengan  mengatakan Kikat Hanuang Bani  yang di gunakan Calon Anggota DPD RI Amir Faisal Sanjaya seperti jin pencabut nyawa.

“Foto ini kenapa sudah ada tanduknya? Mirip Jin pencabut nyawa,”ejek Seno dalam percakapan grup WhatsApp inilampung, Senin (9/7).

Alhasil komentar loyalis Arinal Djunaidi sontak membuat sebagian anggota grup Whats App Ini Lampung pun geram, dan mereka membalas komentar tersebut. Salah satunya Jurnalis Senior Lampung Herman Batin Mangkunegara. Menurut Herman dalam tulisannya mengatakan, penutup kepala yang digunakan oleh Faizal merupakan topi kebanggan masyarakat adat Sai Batin atau pesisir.

“Komentar mas seno yang baru saja di hapus ini pelecehan, menurut saya pelecehan terhadap budaya Lampung. Topi tersebut, topi kebanggan masyarakat sai batin atau pesisir, topi para punggawa yang melambangkan “kekuatan” tanduk kambing liar yang hidup di pegunungan Lampung Barat. Kenapa jadi dibilang jin pencabut nyawa,” tulis Herman di dalam grub tersebut.

Masih dalam komentar yang sama, herman menjelaskan, topi yang digunakan oleh Faizal ini sering digunakan para punggawa raja Edwarsyah Pernong dalam perosesi budaya. Ia pun sempat menulis tentang kebanggaan msayrakat sai batin terhadap topi tersebut.

“Topi seperti ini sering dipakai para punggawa raja Edwarsyah Pernong dalam prosesi budaya, kenapa dibilangi seperti jin pencabut nyawa oleh mas Seno?. Itu topi kebanggaan masyarakat Sai Batin, sama seperti belangkon,” tulis Herman menjelaskan.

Terpisah, Amir Faisal Sanjaya saat dikonfirmasi melalui sambunga telepon menjelaskan jika Kikat Hanung Bani merupakan simbol keberanian dari masyarakat adat Lampung saibatin, Ia pun tidak merta bernai menggunaknnya jika tidak diberikan izin oleh Raja Kerajaan Skala Brak SPDB Edwarsyah Pernong.

“ Saya memang menggunakan Kikat Hanuang Bani untuk sosialisasi pencalonan sebagai calon Anggota DPD RI, ketika foto itu saya bagikan di Grup ternyata sudah ramai kawan-kawan yang merasa kebertan atas komentar Seno Aji, dan ini pun mengundang pertanyaan panglima adat disleuruh Saibatin, rencananya esok mereka semua panglima akan berkumpul di Bandar Lampung,”singkatnya.

Diketahui Hanuang bani /Kambing hutan berani adalah simbol model Kikat ( Ikat Kepala ) yang dikenakan oleh para Panglima, Bahatur atau pemberani didalam adat Lampung Saibatin .

Kikat ini menyimbolkan ketangkasan, keberanian pantang mundur. Bentuknya mengibaratkan tanduk “Hanuang”(Kambing Hutan) dimana sifat dari hanuang adalah BANI ( berani ) tak kan mundur walau menghadapi “Lemawong”( Harimau) sekalipun.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *