Miris Banyak Kades Di Negeri Katon Tak Hafal Pancasila

 

 

PESAWARAN-(PeNa), Miris, beberapa kepala desa (kades) di Kecamatan Negeri Katon tidak hafal teks Pancasila. Demikan terungkap pada Sosialisasi empat pilar oleh Anggota DPR-RI Zulkifli Anwar di Balai Desa Kalirejo Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran, Selasa (06/04/2021).

Perilaku para kepala desa tersebut mendapat tanggapan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Pesawaran Zuriadi saat dihubungi melalui sambungan telepon genggamnya.

“Sebagai warga negara indonesia harusnya hafal, di SD aja kan dipelajari, masa iya tidak hafal. Memang tidak ada undang-undangnya yang mengatur itu, namun harus hafal sebagai warga negara indonesia ya apalagi kan mereka orang berpendidikan,” kata dia sambil tertawa.

Diketahui, saat Zulkifli Anwar meminta kepala desa untuk mengucapkan teks Pancasila ternyata banyak yang tidak hafal dan mengucapkannya pun banyak yang tidak runut. Kepala desa yang terlihat tidak hafal mengucapkan teks Pancasia diantaranya Kepala Desa Pujorahayu Apri Budi Hartono , Kepala Desa Tanjung Rejo Sanjaya dan Kepala Desa Pejambon Edi Wartoyo.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 18 kepala desa se-Kecamatan Negeri Katon dan Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) semua desa di kecamatan tersebut. Hadir pada kegiatan diantaranya Kapolsek Gedong Tataan Kompol Hapran, Danramil Gedong Tataan Kapten Sukandi dan Babinkamtibmas serta Babinsa.

Sosialisasi empat pilar yang dimaksud adalah landasan ideologi (Pancasila), Undang-Undang Dadar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika.

“Saya datang kesini untuk menyampaikan sosialisasi empat pilar kebangsaan, memamg sasaran saya di desa-desa, kenapa di desa, karena desa menjadi tujuan utama dalam melaksanakan amanah institusi,” kata Zulkifli Anwar.

Anggota DPR RI Dapil Lampung satu tersebut menuturkan, sosialisasi empat pilar kebangsaan bertujuan agar warga negara bisa memahami tentang pilar kebangsaan dan mencintai tanah air nya.

“Saat ini masyarakat mulai kehilangan jati diri kebangsaan sehingga perlu kembali diberi pemahaman agar masyarakat bisa kembali memahami nilai kebangsaan,” ujarnya.

“Rakyat harus kembali diingatkan tentang empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, agar kita terus mengingat dan memahami nya,” imbuhnya.

 

Oleh: sapto firmansis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *