Mustafa Terima Terima 2.711 Mahasiswa KKN Unila

BANDARLAMPUNG – Sebanyak 2.711 mahasiswa Unila akan melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di Kabupaten Lampung Tengah. Mereka nantinya akan melakukan pengabdian masyarakat di 311 kampung di 28 kecamatan kabupaten setempat.
Bupati Lampung Tengah Mustafa, menyambut baik kehadiran mahasiswa Unila di Lampung Tengah. Dia berharap kehadiran mahasiswa KKN bisa memberikan input positif bagi masyarakat di kabupaten berjuluk Jejamo Wawai ini.
“Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan bisa menjadi duta-duta pembangunan khususnya di Lampung Tengah. Ini adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dan terjun langsung di tengah-tengah masyarakat, guna mengaplikasikan ilmunya selama di bangku kuliah,” ungkap Mustafa. 
Mahasiswa juga diharapkan bisa memberikan kesan bagi masyarakat di lokasi tempat KKN. Sebagai kabupaten terluas, rawan konflik dan berpenduduk heterogen, Lampung Tengah memiliki tantangan tersendiri yang harus ditaklukan. 
Mahasiswa KKN, kata dia, harus mampu bersinergi dengan program pembangunan yang sedang digalakkan di Lampung Tengah. Diantaranya dibidang keamanan, pemberdayaan masyarakat, bidang kesehatan, dan pengembangan ekonomi kreatif.
“Pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dengan transfer ilmu atau mengembangkan potensi di setiap kampung. Mahasiswa juga bisa membantu pemerintah untuk menyosialisasikan program-program pemerintah kepada masyarakat,” tuturnya. 
Pada kesempatan itu, Mustafa juga berjanji akan memberikan reward kepada kelompok KKN terbaik yang mampu memberikan kontribusi besar bagi masyarakat. Juara pertama akan mendapatkan uang tunai Rp 10 juta, juara kedua Rp 7,5 juta dan juara ketiga Rp 5 juta.
Sementara itu Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin mengatakan, mahasiswa KKN akan ditempatkan kampung-kampung yang ada di Lampung Tengah. Menurutnya KKN sangat penting bagi mahasiswa dalam memotret keadaan masyarakat dan bagaimana memecahkan masalah yang ada.
“Selain itu, ada korelasi antara pendidikan dengan kemajuan daerah. Pendidikan yang berkualitas akan mampu melahirkan generasi-generasi berkualitas yang dapat memberdayakan masyarakat. Kalau ingin memajukan bangsa, majukan perguruan tingginya,” ujar Hasriadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *