Nakes Pesawaran Segera Diedukasi Soal Vaksin Covid-19

PESAWARAN-(PeNa), Jelang pembagian vaksin oleh pemerintah pusat, sedikitnya 76 tenaga kesehatan (nakes) Pemerintah Daerah (Pemda)  Kabupaten Pesawaran segera diedukasi tentang vaksin covid-19.
Juru bicara Satgas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Pesawaran dr.Aila Karyus mengatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan 76 orang tenaga kesehatan yang akan mengikuti pelatihan penyuntikan vaksin yang dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung.
“76 orang ini terdiri dari dokter, perawat serta bidan, yang ada di 15 puskesmas yang tersebar di 11 kecamatan dan juga di RSUD Pesawaran, sebenarnya untuk melakukan vaksinasi setiap tenaga medis pasti memiliki kemampuan,  namun, karena vaksin ini jenis baru, makanya perlu ada edukasi lagi,” kata dia, Senin (11/01/2021).
Namun, mengenai waktu kapan akan dilakukan pelatihan tersebut, ia belum dapat memastikan mengingat masih menunggu konfirmasi dari Provinsi Lampung.
“Sedangkan untuk jadwal pelatihannya, kami memang belum diberikan informasi oleh provinsi, karena pelatihan yang dilakukan di Badan Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) ini kan dibagi per kabupaten,” ujar dia.
Ia juga menuturkan, nantinya orang yang berkaitan dengan pelayanan umum akan menjadi prioritas untuk mendapatkan vaksin tersebut lebih awal.
“Jadi kalau untuk vaksinasi nakes ini, kita akan melakukannya di faskes yang ada di Pesawaran seperti Puskesmas dan RSUD, sedangkan untuk pelayanan publik seperti ASN maupun TNI/Polri, nantinya kita akan koordinasi lagi untuk titik lokusnya dilakukan dimana,” tutur dia.
Hal yang sama juga disampaikan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, bahwa pihaknya masih menunggu terkait jadwal pemeriksaan kesehatan diri sebelum ia menjadi orang pertama di kabupaten setempat yang dilakukan vaksinasi.
“Kan ada beberapa tahapan sebelum dilakukan vaksin, seperti pemeriksaan kesehatan, dan saat ini saya masih menunggu jadwal untuk pemeriksaan itu, karena orang yang akan dilakukan vaksin ini harus sehat dahulu,” ucap dia.
Selain itu, lanjutnya, dirinya juga masih menunggu informasi lanjutan terkait dengan jadwal pertama pelaksanaan penyuntikan yang akan dilakukan di tingkat kabupaten.
“Jadi kalau vaksin ini sudah ada di provinsi namun memang belum didistribusikan ke kita, karena itu nanti ada pelatihan terlebih dahulu kepada perawat kita yang menjadi vaksinatornya oleh provinsi,” tegas dia.
Oleh: sapto firmansis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *