Pemalsuan Tanda Tangan Johan Sulaiman, Komisi I Lempar Batu Sembunyi Tangan

Bandar Lampung (PeNa)-Ketua Komisi I DPRD Lampung Ririn Kuswantari buang badan paska mencuatnya surat  palsu yang memuat undangan  Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Lampung kepada Panitia Seleksi (Pansel) pengisian jabatan pimpinan tinggi madya Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov).

Dalam pers release yang dikirimkan ke media, politisi Golkar dengan enteng menyebut kekeliruan atau manipulasi keaslian tanda tangan Wakil Ketua DPRD Johan Sulaiman adalah diluar sepengetahuan dan petunjuk pimpinan maupun anggota komisi I.

“Setelah kami klarifikasi Hal tersebut adalah murni merupakan kelalaian staf sekretariat komisi, namun demikian hal tersebut merupakan kelalaian kami juga,”jelas Ririn, Kamis (11/10).

Anehnya selain enggan bertanggungjawab atas kelalaian tersebut, Ririn juga meminta kepada Sekretaris Dewan Kherlani agar memberikan sanksi terhadap staf komisi yang diduga telah memalsukan surat tersebut.

“Kami meminta kepada pimpinan staf tersebut sebagai atasannya yaitu sekretaris dewan untuk memberikan sanksi  tegas kepada yang bersangkutan,”tambahnya.

Ditambahkan atas munculnya surat paslu, Ia selaku pimpinan dan seluruh anggota Komisi I mengajukan permohonan maaf kepada pimpinan dewan.

“Sekaligus berharap bahwa adanya peristiwa ini tidak mengalihkan atau mengaburkan keinginan komisi 1 untuk tetap mengkritisi proses seleksi Sekdaprov yang kami nilai terdapat kejanggalan,”tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *