Pemerintah Lalai, Pasien DBD Meninggal

KORBAN DBD-Prosesi pemakaman Putri Mulya Sari (21) warga Dusun VII,Desa Sukaraja Kecamatan Gedong Tataan meregang nyawa di Rumah Sakit Advent karena pecahnya pembuluh darah yang diduga disebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD). foto sapto firmansis 

PESAWARAN (PeNa)-Meski korban akibat serangan nyamuk aides aegepty bertambah banyak, Pemerintah Kabupaten Pesawaran masih belum mengambil langkah kongkrit.

Hingga akhirnya, Putri Mulya Sari (21) warga Dusun VII,Desa Sukaraja Kecamatan Gedong Tataan meregang nyawa di Rumah Sakit Advent karena pecahnya pembuluh darah yang diduga disebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Mewakili Pemerintah Desa Sukaraja, Sekretaris Desa Dayan Fahmi membenarkan kalau warganya sudah banyak terserang demam berdarah. “Ya benar, kalau warga kami banyak yang terkena demam berdarah. Salah satunya meninggal dunia dirumah sakit.” kata dia.

Menurutnya, selain Putri ada juga yang terserang yakni Yusnaini dan Dewi Chusniasih (23) warga Dusun II yang masih dirawat di RSUD Pringsewu.  “Kalau jumlahnya berapa saya tidak ingat, tapi selain Putri ada juga warga yang terkena DBD yakni Yusnaini. Namun demikian, sekarang kami masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab kematiannya untuk almarhumah,” ungkapnya.

Sekdes yang diminta menjelaskan oleh Kades Rusdi Harun juga mengungkapkan selama ini belum pernah ada upaya dari pemerintah untuk pencegahan DBD diwilayahnya. Padahal didaerah tersebut termasuk endemi nyamuk mematikan. “Betul, daerah kami memang endemi nyamuk DBD.  Namun demikian, upaya pencegahan yang seharusnya dilakukan pihak terkait juga tidak ada. ” paparnya.

Mengetahui hal tersebut, Kepala Puskesmas Gedong Tataan dr. Imelda langsung menghilang dan tidak dapat dihubungi meski handphonnya aktif.

Sementara itu, Kepala seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Elvira mengatakan belum dapat memastikan hal tersebut.

“Saya belum bisa memastikan, karena belum dapat informasi dari puskesmas dan rumah sakit Adven. Saya juga belum dapat laporan, nanti di cek dulu. Jika benar meninggal karena DBD dapat dipastikan karena terlambat dilakukan penangan,” kata dia melalui sambungan salularnya.  spt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *