Pencetak Gol Bunuh Diri Sepakbola Gajah Ingin Lepas Dari Beban Sanksi

Pencetak Gol Bunuh Diri Sepakbola Gajah Ingin Lepas Dari Beban Sanksi

Belum adanya keterangan siapa saja yang sebenarnya mendapatkan pengampunan pada kasus sepakbola gajah oleh PSSI membuat sebagian personil risau. Salah satunya Agus Awank Setiawan. 


Setelah pemutihan sepakbola gajah gaduh divisi utama 2014 yang melibatkan PSIS Semarang dan PSS Sleman di media, Senin (23/1/2017), Awank segera mencari tahu soal kebenaran kabar tersebut. Awank yang dihukum seumur hidup karena menjadi salah stau pencetak gol dalam laga itu pun mengontak mantan rekan-rekan satu timnya di PSS Sleman. 

Awank yang menetap di Desa Badran, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung itu berharap dirinya juga turut dalam daftar yang diampuni. Namun sejauh ini nasibnya seolah menggantung karena PSSI belum juga merilis nama-nama yang diampuni dan tak diampuni. PSSI baru menyatakan secara singkat: semua pelaku diampuni kecuali yang bikin gol bunuh diri. 

“Harapannya masih ingin main bola lagi. Kalau yang tahu situasi itu, sebenarnya bukan salah kami yang di lapangan. Ya memang tidak ada tendensi apa-apa. Ibaratnya kalau siapa yang cetak gol dapat uang, saya malah enggak dapat apa-apa. Tapi terkadang orang kan menilai apa yang kelihatan. Mudah-mudahan saja bisa diampuni. 

“Menjadi sebuah beban moral kalau sanksi ini tak lepas juga. Beban moral yang akan saya bawa sampai saya tua nanti. Perih rasanya ketika ada yang tanya, “Mas, dapat uang berapa waktu cetak gol bunuh diri?” Padahal demi Allah saya enggak ada untuk niatan bikin gol bunuh diri. Saya pasrah sambil berusaha untuk konfirmasi,” tutur dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *