Perkara Narkoba Dominasi Kejari Pesawaran

PESAWARAN-(PeNa), Selama berdiri, setidaknya 50% lebih perkara narkoba ditangani penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pesawaran dan dengan tuntutan hukuman maksimal.
Demikian diungkapkan Kajari Pesawaran melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Kabupaten Pesawaran Ahmad Dice Novenra kepada pelitanusantara.co.id diruang kerjanya, Kamis (26/11/2020).
“Kejari Pesawaran diresmikan kalau tidak salah pada Februari 2020 lalu, jadi sekitar enam bulanan kami aktif bertugas. Dan, lebih didominasi oleh perkara narkoba yakni sekitar 50% lebih dan sisanya ya ada pidum lainnya seperti curas,curat dan perkara pidana umum lainnya,” kata dia.
Diterangkan, perkara lain yang masih proses ditanganinya diantaranya adalah soal dugaan tindak pidana korupsi (tipikor).
“Ada dua perkara dugaan tindak pidana korupsi yang masih diproses, dan sepertinya sudah masuk tahap penyidikan (dik),” terang dia.
Keterbatasan personil dan kondisi pandemi corona menjadi halangan atau tidak maksimalnya fungsi  kejaksaan dalam melaksanakan tugasnya menangani perkara dan laporan pengaduan (lapdu) yang masuk.
“Kondisinya masih pandemi corona gini, jadi serba susah. Karena harus menghindari kontak langsung dan dikita aja selalu disiplin protokol kesehatan, pemeriksaan rapid test juga berulang kali kita laksanakan di internal Kejari,” ujar dia.
Kemudian terkait jumlah personil jaksa yang bertugas di Kejari Kabupaten Pesawaran, ia juga menegaskan bahwa hal tersebut masih belum cukup dengan fungsi kegiatan dalam melayani masyarakat.
“Baru bulan Oktober kemarin kami mendapat penambahan personil jaksa dari Bandarlampung, jadi totalnya ada 17 jaksa dan 9 tenaga staf PNS. Mudah-mudahan, nanti dapat membantu lebih optimal melayani masyarakat dan kita sama berdoa semoga covid-19 segera berakhir,” tegas dia.
Oleh: sapto firmansis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *