Pesilat Indonesia Harus Tetap Waspada

DENPASAR – Pesilat Indonesia, Iqbal Chandra Pratama mengaku akan waspada dengan atlet asal Filipina, Jefferson Rhey A Loon saat tanding di perempat final Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2016 di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Bali, Selasa (6/12). Menurutnya, atlet Filipina punya kemampuan di atas rata-rata.

“Melawan Filipina, saya harus waspada karena dia terlihat sangat baik. Buktinya, dia juga mendapatkan kemenangan di laga sebelumnya. Saya belum tahu permainannya. Tapi saya akan mengeluarkan kemampuan terbaik saya nanti,” ucap Iqbal yang sebelumnya mampu mengalahkan Kasanwidjojo Miguel (Suriname) dan Nur Hakim Bin Norshamsuddi (Singapura).

Menurut atlet asal Kalimantan Timur ini, menjadi juara bukanlah tugas mudah. Pasalnya, ada pesilat asal Thailand bernama Porntheb Poolkaew yang merupakan juara bertahan dan peraih medali emas SEA Games 2015. Oleh karena itu, dia tak ingin memikirkan gelar juara terlalu dini. Iqbal hanya ingin tampil sebaik mungkin untuk bisa melaju ke final.

“Sampai saat ini lawan Singapura paling berat. Untuk sementar ini kalau melihat lawan-lawannya, saya disuruh bermain aman saja sampai di final,” ungkap Iqbal yang menjadi juara di POM ASEAN 2015 dan Belgia Open 2015.

Sementara itu, Ronny Syaifullah selaku pelatih Pencak Silat Timnas Indonesia menilai anak asuhanya sudah bermain sangat baik. Dia melihat lawan-lawan yang di hadapinya memang masih di bawah Indonesia. Namun, dia harus mewaspadai tiga negara seperti Malaysia, Vietnam dan juga Thailand.

“Sampai saat ini, semua sudah menuju perempat final. Mudah-mudahan bisa jaga performa. Peluang masih bisa sampai final. Ketemu lawan yang berat kaya Malaysia, Vietnam dan Thailand,” ucap Ronny.

“Yang penting secara permainan harus mendapatkan poin lebih unggul dari lawan. Supaya tidak kecolongan poin. jadi kita akan melakukan strategi untuk menjaga dan mempertaankan keungulan,” lanjutnya.

Pada laga lainnya, Hanifan Yudani Kusuma berhasil melangkah ke semifinal kelas C putra (55-60 kg) setelah mengalahkan pesilat Aljazair, Mansouri Tarak. Begitu juga dengan Komang Harik Adi Putra yang mengalahkan Constantin Ahrend (Jerman) di kelas E putra (65-70kg) dan Awaludin Nur yang menyingkirkan Juvinal Mendonca Correia (Timor Leste).

Pada bagian putri, srikandi Indonesia juga belum menemui hadangan berat di babak tersebut. Buktinya, Pipiet Kamelia sukses mengalahkan pesilat asal Iran dengan skor 5-0 di kelas E putri (65-70 kg) dan Selly Andriani yang menang KO atas Hamida Chasongkram (Thailand) pada kelas D (60-65 kg).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *