Plt Ketum PSSI Harus Segera Gelar Kongres Luar Biasa

Jakarta– Tugas Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono (Jokdri) adalah menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB), bukan menyelesaikan periode jabatan Ketua Umum PSSI yang ditinggalkan Edy Rahmayadi hingga 2020.

“Memang tugas Plt Ketua Umum PSSI menyelenggarakan KLB, bukan menyelesaikan periode jabatan Ketua Umum, apalagi melanggengkan kekuasaan,” ungkap Ketua Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali, Kamis (7/2).

Hal ini juga sejalan dengan pesan Edy Rahmayadi ketika menyatakan mundur dari jabatan Ketum PSSI dalam Kongres PSSI di Bali, Minggu (20/1). Saat itu mantan Pangkostrad yang kini Gubernur Sumatera Utara tersebut berpesan agar Jokdri, panggilan akrab Wakil Ketua Umum I PSSI, segera menggelar KLB setelah ditunjuk menjadi Plt Ketum PSSI. Edy Rahmayadi terpilih menjadi Ketua Umum PSSI pada 10 November 2016 dan akan berakhir masa jabatannya pada 2020.

Menurut Akmal, selain 2/3 voters atau pemilik hak suara yang bisa mengusulkan KLB, berdasarkan ketentuan Statuta PSSI, para anggota Executive Committee (Exco) atau Komite Eksekutif PSSI bisa pula mengusulkan KLB. “Exco pun bisa mengusulkan KLB,” tegasnya.

Akmal menilai, saat ini PSSI sudah dalam kondisi darurat setelah sejumlah pengurusnya menjadi tersangka match fixing (skandal pengaturan skor pertandingan). Satgas  Antimafia Bola sebelumnya sudah menangkap Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah yang juga anggota Exco PSSI, Johar Lin Eng, dan anggota Komite Disiplin (Komdis) PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih. Ada pula yang mengundurkan diri seperti anggota Exco Hidayat dan Gusti Randa

“Dengan kondisi ini KLB merupakan satu-satunya solusi. “KLB adalah solusi yang tepat,” cetus Akmal Marhali.

Akmal menduga, para pemilik hak suara PSSI saat ini dalam kondisi nyaman terhadap keberadaan Jokdri selaku Plt Ketum PSSI, sehingga nyaris mustahil berharap mereka meminta PSSI menggelar KLB.  Jika ini benar adanya, Akmal meminta Exco bisa ambil inisiatif,.

Desakan agar PSSI menggelar KLB sebelumnya disuarakan klub-klub seperti Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar, Presiden Persijap Jepara Esti Puji Lestari, serta Asprov-Asprov seperti Ketua Asprov PSSI DI Yogyakarta Bambang Kuncoro.

Ketua Asprov PSSI DKI Jakarta Uden Kusumawijaya bahkan bersuara lantang dalam Kongres PSSI di Bali 20 Januari lalu tentang perlunya KLB PSSI untuk memilih Ketum PSSI definitif pasca-mundurnya Edy Rahmayadi.

 

 

sumber Beritasatu.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *