Polda Takut Panggil Seno “Jin Pencabut Nyawa”?

Bandar Lampung (PeNa)- Polda Lampung cenderung kurang serius menindaklanjuti kasus dugaan penghinaan simbol adat Lampung Saibatin yakni Kikat Hanuang Bani oleh oleh Ketua Angkatan Muda Partai Golkar Kota Bandar Lampung, Seno Aji.

Pasalnya sejak dilaporkan Amir Faisal Sanjaya, Selasa (10/7) Polda hanya memanggil sejumlah saksi namun Seno sebagai terlapor belum dilakukanpemanggilan oleh penyidik untuk dimintai keterangan, bahkan Kapolda Lampung Irjend Suntana saat dikonfirmasi pelitanusantara.co.id melalui WhatsApp hanya membaca pesan dan tidak membalas.

Namun salah satu saksi mengaku dihubungi oleh seseorang yang mengaku dari Polda Lampung, Jumat (10/8/2018) siang dan mengatakan penelpon hendak mengirmkan surat pemeriksaan lanjutan dengan alasan dugaan penghinaan kearifan lokal itu memasuki proses penyidikan.

Si penelpon tersebut hendak mengirim surat panggilan untuk pemeriksaan lanjutan. Karena, menurut penelpon, kasusnya sudah tahap penyidikan.

“Tadi saya dihubungi oleh seseorang yang mengaku dari polda Lampung. Dia ingin mengirim undangan sebagai saksi ke polda Lampung, lewat pesan singkat Whats App. Namun sampai malam undangan tersebut tidak ada,” kata dia Jumat, (10/8/2018) malam.

Diketahui komentar Seno Aji di grup WhatsApp yang menyebut calon anggota DPD RI yang mengunakan ikat kepala hanuang bani, dengan sebutan ‘mirip jin pencabut nyawa’. Menuai protes keras dari masyarakat adat Sai Batin.

Salah satunya Syafril Yamin sebagai salah satu orang orang setia kerajaan skala brak mengaku terusik dengan pernyataan Seno Aji di grup Whats App Ini Lampung. Seno Aji komentari foto calon anggota DPD RI Amir Faizal Sanzaya yang mengunakan Hanuang Bani dengan sebutan “mirip jin pencabut nyawa”. Ia protes besar dan tidak terima dengan pernyataan Seno Aji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *