Rencana Pertamina: Caplok SPBU di Eropa Hingga Bikin Mobil Listrik

Rencana Pertamina: Caplok SPBU di Eropa Hingga Bikin Mobil Listrik

 PT Pertamina (Persero) tak mau jadi perusahaan yang hanya ‘jago kandang’. Setelah memantapkan posisinya sebagai raja di dalam negeri, Pertamina mulai ekspansi ke luar negeri.

Rencana ekspansinya tak tanggung-tanggung, dari membuat SPBU di negara-negara tetangga, mengakuisisi SPBU di Eropa, hingga masuk ke bisnis mobil listrik.

Kepada PenaFinance, Wakil Direktur Utama Pertamina, Ahmad Bambang, menjelaskannya dalam wawancara khusus di Hyatt Regency Hotel, Yogyakarta, Kamis (19/1/2017). Berikut petikannya:

Kalau di hulu Pertamina sekarang mencaplok blok-blok di luar negeri. Kalau di hilir bagaimana rencana ekspansi ke luar negeri?
Kami ingin jadi perusahaan berkelas, enggak bisa main di domestik saja. Tapi di domestik juga harus tetap jadi raja. Jadi harus jadi raja dulu di domestik, lalu keluar untuk menunjukkan bahwa kami tidak cuma jago kandang. Ekspansi kami lakukan bertahap.

Pertama kami lakukan kerja sama, belum hadir secara fisik. Misalnya di bisnis avtur, pelumas dulu juga awalnya begitu. Di pelumas awalnya kami kerja sama berpartner dengan distributor di Australia. Avtur kami melayani di berbagai negara, tapi di sana yang melayani bukan Pertamina.

Tahap kedua baru kami hadir secara fisik. Itu yang bisa sekarang Lubricants, sudah punya pabrik di Thailand. Rencananya juga di China. Lalu di aviasi, sebentar lagi di Jeddah, izinnya sudah keluar. Syarat mereka kan ada partner lokal, beli minyaknya harus dari Saudi Aramco. Kami akan bersaing dengan 6 kompetitor lain.

Di Timor Leste juga sudah retail SPBU, kami kerja sama dengan partner lokal, ada 1 yang Pertamina murni dan SPBU Timor tapi powered by Pertamina, joint venture. Myanmar untuk ritel kami sudah tender, memang mundur-mundur karena situasi politik di sana. Kami juga lagi menjajaki di Filipina, Laos, dan Vietnam.

Kemudian kami mau rebut pasar Selat Malaka lewat Pertamina Internasional Downstream (PIDS). Kementerian BUMN sudah setuju, tinggal set up direksi. Kami sudah bangun terminal BBM di Pulau Sambu, itu BBM taruh sana untuk berkompetisi di Selat Malaka, nanti bisa untuk Myanmar dan sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *