Saber Budaya Menoreh Siap Sambut Tamu di Bandara NYIA Dengan Kesenian Tradisional Siter Gadhon

YOGYAKARTA – Dinas Pariwisata Pemprov DIY, Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo dan PT. Angkasa Pura sebagai pengelola Bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) mendukung sepenuhnya kepada Perkumpulan Saber Budaya Menoreh untuk mementaskan kesenian tradisional di bandara sebagai penyambutan tamu yang datang.

Melalui Bapak Wardoyo S.sn., MM (Kabid Pengembangan Kapasitas Dispar Provinsi) dan Ibu Dra. Sri Purwanti (Kasie Kelembagaan Pariwisata Dispar Provinsi) meminta agar Saber Budaya Menoreh mampu menampilkan yang terbaik.

“Saya berharap agar Saber Budaya Menoreh dapat memberikan penampilan yang terbaik sehingga orang tertarik untuk mengunjungi DIY,” tegasnya.

Sementara itu, Drs. Kawarno (Ketum Saber Budaya Menoreh) saat dikonfirmasi awak media pada Jum’at (25/2/21) mengenai persiapan pentas mengatakan latihan persiapan pentas Siter Gadhon Saber Budaya Menoreh sudah 90%.

“Persiapan pementasan kami sudah 90%. Sesuai dengan jadwal, kami akan pentas pada Minggu (7/3/21) di NYIA untuk menjamu tamu yang datang ke Yogyakarta melalui bandara NYIA.

Gagasan untuk menampilkan kesenian Siter Gadhon ini tidak lepas dari arahan dari Drs. R. Kawarno (selaku Ketua Umum Saber Budaya Menoreh ), R. Aryawan Ardhitama S.H ., M.H dan Bowo Supratman S.H., M.M (yang keduanya Dewan Pengawas Saber Budaya Menoreh).

Sesuai dengan tujuan dari Saber Budaya Menoreh lanjut Kawarna, yaitu menggali, mengenalkan dan melatih budaya tradisional khususnya budaya tradisional Yogyakarta.

Adapun pelaku seni Siter Gadhon Saber Budaya Menoreh lanjutnya, Wahsito pemain siter, Saribut Lana pemain kendang, Tukido pemain gender, dan Slamet Haryanto pemain barong.

“Selain pemain alat musik, kita juga menyiapkan 4 sinden siter gadhon yang kemampuannya tidak perlu diragukan lagi. Mereka adalah Hendarti Handayani, Sularsih, Tusri Subaryati dan Kadarwati,” beber Kawarno.

Untuk langgam yang dipersiapkan antara lain :
1.Geblek Wates
2.Caping Gunung
3.Yen ing tawang ana lintang
4.Pudang kuning
5.Ali-ali
6.Sri Uning
7.Jembatan Merah
8.Kutut manggung
9.Lir-ilir dan lain-lain.

Bapak Rahmat yang mewakili pihak management Angkasa Pura I mengapresiasi Saber Budaya Menoreh yang berupaya membuat pengalaman terbaik di bandara NYIA dengan mengangkat Ikon Jogja berupa seni dan budaya.

“Selain kesenian siter gadhon, Saber Budaya Menoreh juga akan pentas pada bulan April dan Mei mendatang, dengan kesenian wayang kulit, kethoprak mataram dan kethoprak lesung,” jelas Rahmat.

Untuk pementasan wayang kulit, yang dijadikan dalang wayang kulit merupakan anggota Saber Budaya Menoreh. Mereka adalah
1. Aiptu Jumino (Polisi, Polsek Kokap)
2. Anom Sucondro
(Lurah Jatimulyo Girimulyo)
3. Ki Setia Nugroho.

Sesuai arahan dari Bpk Sekretaris dinas Kundha Kebudayaan Bpk Drs R Yudono bahwasannya Saber Budaya Menoreh untuk menggandeng korpan (Koordinator Kapanewon/kecamatan) di 12 Kapanewon di Kulon Progo.

“Sebagai tindak lanjutnya kita membina kelompok giat seni kethoprak lesung yang bersekretariat di padukuhan Klajuran, Tanjungharjo, Nanggulan, Kulonprogo,” jelas pria yang terlihat awet muda tersebut.

Kelompok giat seni Cokean Siter dan tari-tarian serta Jathilan Tradisional Mungding juga merupakan kelompok giat seni dibawah binaan Saber Budaya Menoreh, keduanya bersekretariat di Gotakan, Panjatan, Kulonprogo. (wawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *