Sambil Mabuk, Anak Kades Diduga Pelaku Penculikan

Kepala Desa Pasar Baru Kecamatan Kedondong, Firman


Pesawaran-(PeNa), Diduga sebagai pelaku penculikan pada anak dibawah umur, putera dari Kepala Desa Pasar Baru Kecamatan Kedondong menghilang. Informasinya diungsikan dirumah pamannya.


Dalam berita acara pemeriksaan laporan orang tua dari Nia Aspa (14) kelas 3 SMPN 1 Kedondong yang dilaporkan hilang tersebut, bahwa pelaku merupakan teman korban juga. Dan saat itu dalam keadaan mabok.”Dari mulut Dafi (pelaku) tercium bau alkohol. Saat itu memaksa Nia, padahal saya sudah melarangnya, ” kata Zahlia Ulfa, teman korban dalam BAPnya. 

Hal tersebut juga dijelaskan oleh ayah korban, Safrawi warga Tanjung Kerta,Kecamatan Way Khilau pada PeNa. “Memang betul apa yang dikatakan Ulfa teman anak kami ini. Pelaku penculiknya adalah putera Kepala Desa Pasar Baru, Firman. Tapi, dari mereka tidak ada itikad baik, ” ungkap dia, Rabu (1/3).

Safrawi juga meminta kepada kepolisian agar segera mengungkap kasus tersebut. “Kami sangat yakin, kepolisian segera memproses laporan kami. Kan jelas, pelakunya siapa dan alamatnya dimana. Saksi juga sudah dimintai keterangannya, ” ujar dia. 

Saat dikonfirmasi PeNa, Kepala Desa Pasar Baru Kecamatan Kedondong, Firman mengakui bahwa puteranya membawa kabur Nia Azpa. Tapi, membantah jika hal tersebut dilaporkan sebagai penculikan.”Ini bukan penculikan, kalau bahasa kami menyebutnya larian untuk menuju ke pernikahan, ” kilahnya. 

Putera kami, Dafi juga bukan menghilang tapi saya ungsikan sementara ditempat pamannya. Ini dimaksudkan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. “Kan suasananya masih panas begini, jadi Dafi kami ungsikan sementara dirumah pamannya. Karena mereka berdua ini saling mencintai dan berkeinginan menikah.” ungkapnya. 

Dan kami, kata dia, bertanggungjawab apa yang dilakukan Dafi kepada Nia Azpa. Untuk itu, kami terus berupaya mencari jalan tengah baiknya seperti apa. “Kami tanggungjawab apa yang dilakukan Dafi kepada Nia Azpa. Untuk itu, kami akan segera menikahkan mereka. Hanya saja upaya kami untuk mencari jalan tengah dan terbaik belum ketemu, ” tutur dia. 

Terkait akan dilakukan pemeriksaan pada Dafi yang diduga menjadi pelaku penculikan oleh pihak kepolisian, Firman mengaku akan menyerahkan semua kepada kepolisian. “Ya kami ini masih terus berupaya menyelesaikan, baik soal laporan dikepolisian maupun dengan orang tua Nia Azpa, ” tegas dia. 

Sayangnya, terkait soal tersebut Kasat Reskrim Polres Pesawaran Iptu Hasanudin tidak menjawab saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon genggamnya. PeNa-spt. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *