Sejumlah Pembangunan Puskesmas Terancam Putus Kontrak

PRINGSEWU (PeNa)- Beberapa kegiatan rehab dan konstruksi bangunan kesehatan di Kabupaten Pringsewu terancam putus kontrak, karena hingga akhir bulan November, sejumlah kegiatan belum mencapai 70%.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu, Purwadi mengaku jika beberapa kegiatan rehab dan konstruksi bangunan kesehatan masih belum selesai.
“Memang separuh kegiatan dilapangan separuh belum selesai dilaksanakan, itu karena terkendala tukang bangunan yang banyak ganti sehingga memperlambat pekerjaan kita,” kata dia.
Dari pantauan, beberapa kegaiatan rehab Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas) justru mangkrak. Seperti pada puskesmas Ambarawa, kegiatan senilai Rp1,4 miliar tersebut justru mangkrak dan baru dikerjakan dengan volume 50%.

Menurut Purwadi, dari semua pekerjaan sudah hampir selesai. Hanya ada beberapa saja yang masih proses pengerjaannya. “Kalau pekerjaan, sudah ada yang terselesaikan.  Seperti dipuskesmas Pringsewu,  Wates dan Pagelaran. Kalau jumlah keseluruhan, saya tidak memegang data jadi tidak tau persisnya,” ujarnya.
Pantauan PeNa, pekerjaan banyak yang belum terselesaikan. Misalnya, pekerjaan rehabilitasi gedung puskesmas di Kecamatan Ambarawa yang masih jauh terselesaikan. Proyek tersebut menghabiskan anggaran Rp1,4 miliar, puskesmas Sukoharjo Rp1,4 milair, rehab lima unit puskes Rp3,2 miliar, rehab rumah medis/paramedic Rp2,5 miliar. Termasuk konstruksi bangunan kelas II tahap 1 dan 2 RSUD Pringsewu senilai Rp4,6 miliar. Gedung Jenazah dan gedung laundry masing-masing Rp1 miliar.
“Kalau yang di Kecamatan Ambarawa, saya kurang paham kapan pastinya waktu kalender kerjanya selesai.  Yang jelas, waktunya ada yang 120 dan 150 hari kerja,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *