Soal Sudah Dianulir

Pesawaran-(PeNa), Dua soal pada mata pelajaran pendidikan agama islam untuk kelas lima di ujian semester tengah genap SD/MI tahun ajaran 2016/2017 ternyata sudah dianulir secara lisan. Pengawas langsung memberitahukan dan dimengerti oleh siswa-siswi untuk kemudian menjawabnya. 
Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran, Abul Hayat kepada PeNa, Minggu (26/3).”Ya, baik. Kalau dua soal yang dimaksud itu sudah langsung dianulir saat itu juga, jadi siswa-siswi yang mengerjakan langsung bisa menjawabnya. Itu kan hanya salah ketik, ya mohon dimaklum. Tapi,tidak ada masalah, ” kata dia. 
Dijelaskan, terkait perkembang

masalah tersebut karena tidak adanya komunikasi kepada yang bersangkutan sehingga timbul salah persepsi. “Coba kalau kemarin langsung konfirmasi, kan tidak salah informasi begini. Tapi saya maklum, karena memang akhir-akhir ini sangat sibuk jadi tidak sempat lagi menjawab telepon yang masuk, ” ujar dia. 

Diterangkan, dalam pembuatan soal tersebut memang banyak melalui tahapan dan editing. Terkait ditemukannya salah ketik, pihaknya akan mengevaluasi kembali kepada yang terlibat didalamnya. “Pembuatan soal tersebut sudah sesuai prosedur tahapan dan editing, untuk itu kami akan evaluasi kembali kepada yang terlibat didalamnya agar kedepan tidak terjadi hal yang sama, ” terangnya. 
Ditegaskan, Abul Hayat, kepada pihak yang mungkin hanya mendengar dan melihat dengan informasi sepihak kami memakluminya. Untuk itu, sekarang kami tegaskan bahwa tentang dua soal dimata pelajaran pendidikan agama islam tersebut sebenarnya tidak ada masalah. “Kalau tentang dua soal tersebut memang tidak ada masalah, baik dari siswa dan siawi maupun dewan guru. Karena saat dikerjakan langsung dianulir secara lisan, sehingga dapat dipahami, ” tegas dia. 
Terpisah, santri Pondok Pesantren An Nahl, Muhammad Imam Awaludin yang sebelumnya mengecam tindakan dinas pendidikan dalam membuat soal bisa ada salah ketik mengaku tetap harus ada tindakan kepada pihak yang terlibat, meski dua soal tersebut sudah dianulir saat pengerjaannya. “Ya baguslah, jika sudah dianulir saat dikerjakan. Sehingga siswa tidak berfikir yang lain. Namun, tetap harus ada tindakan kepada pihak yang terlibat pembuatan soal tersebut agar tidak terulang kembali, ” kata dia. PeNa-spt. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *