Tempat Wisata Boleh Dibuka, Kades Pahawang Masih Takut

PESAWARAN-(PeNa), Tempat wisata sudah diperbolehkan beroperasi atau dibuka asalkan menerapkan disiplin protokol kesehatan. Demikian dikemukakan Bupati Pesawaran usai menyerahkan BLT-DD di Desa Gunung Rejo Kecamatan Way Ratai,Senin (15/06/2020).
Dendi Ramadhona yang juga sebagai Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Pesawaran mengatakan bahwa dibukanya tempat-tempat wisata tersebut diharapkan akan dapat memulihkan roda perekonomian masyarakat.
“Ya, otomatis dong roda perekonomian masyarakat kembali normal. Kita juga berharap, dengan dibukanya tempat wisata dapat mempengaruhi pendapatan daerah yang sebelumnya terganggu akibat wabah corona,” kata dia.
Bupati Dendi menuturkan, meski tempat wisata telah dibuka namun tetap ada pengawasan guna mendisiplinkan protokol kesehatan baik oleh pengelola maupun pengunjung.
“Memang komitmen kita kemarin dengan para pengelola wisata dan Polres Pesawaran kita buka mulai kemarin hari Minggu (14/06/2020), dengan catatan harus menerapkan protokol Kesehatan dan sejumlah himbauan dari pemerintah. Kita juga nanti ada form check list, untuk melihat sejauh apa kesiapan dari tempat wisata tersebut, mulai dari penerapan protokol kesehatannya hingga fasilitas pendukung,” tutur dia.
Pengawasan yang dimaksud, menurut Bupati Dendi nantinya akan melibatkan Tim GTPP tingkat Desa guna mengawasi tempat wisata yang telah beroperasi menerima pengunjung.
“Dalam hal pengawasan, misalnya adanya pembatasan sebanyak lima puluh persen terhadap pengunjung, kita akan memberdayakan tim gugus tugas tingkat desa untuk melakukan pengawasannya, yang akan terintegrasi dengan tim GTPP Covid-19 Kabupaten Pesawaran,” ujar dia.
“Dan bila nanti ditemukan ada hal yang belum sesuai dengan himbauan Pemerintah mengenai SOP yang harus dijalankan, kita akan tutup sementara lagi tempat wisata tersebut, sebelum memenuhi SOP yang sudah kita tetapkan,” tegas dia.
Menanggapinya, Kepala Desa Pahawang Ahmad Salim mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mengizinkan wisatawan datang ke wisata Pulau Pahawang.
“Sekarang belum kita buka mas untuk pulau Pahawang, karena berdasarkan data kita, hampir 60 persen wisatawan yang berkunjung berasal dari luar Lampung, seperti Palembang dan Jakarta, sedangkan daerah tersebut merupakan salah satu daerah zona merah penyebaran Covid-19,” kata dia melalui sambungan salularnya.
Ia pun menegaskan bahwa pengetatan diwilayahnya akan dikomunikasikan dengan para pelaku wisata Pulau Pahawang agar ketika nanti dibuka ada penerapan protokol kesehatan seperti yang ditentukan Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran.
“Maka dari itu, kami telah bermusyawarah bersama dengan masyarakat Pahawang dan Ketapang, untuk lebih memperketat pengawasan terhadap wisatawan yang akan datang, diantaranya dengan mengedepankan protokol Kesehatan, dan rencananya kami juga akan mengajak para agen travel wisata di Pahawang bermusyawarah terkait hal ini,” tegas dia.
Perlu adanya sinergitas yang baik antara masyarakat Pulau Pahawang, agen travel wisata dan Pemerintah Daerah dalam penanggulangan Covid-19 dilingkungan wisata Bumi Andan Jejama.
“Wisata pulau Pahawang ini kan berbasis masyarakat, makanya perlu koordinasi yang baik sebelum membuka tempat wisata ini, dan kami siap mengikuti aturan pemerintah mengenai apa saja yang perlu dilakukan untuk mulai membuka kembali wisata Pahawang,” ucapnya.
Berbeda dengan Pulau Pahawang, wisata Air Terjun Anglo di Desa Gunung Rejo Kecamatan Way Ratai malah tidak membatasi jumlah pengunjung yang akan menikmati keindahan alam dilokasi tersebut.
“Iya, Air Terjun ini baru dibuka kemarin (Minggu) dan tidak ada batasan pengunjung. Silahkan saja,karena dari desa juga tidak ada arahan seperti itu. Kalau sekarang perharinya sekitar 200an lebih kendaraan yang masuk, tarifnya Rp10ribu untuk sepeda motor dan Rp20ribu untuk mobil, ” kata Ibnu salah satu petugas dipintu masuk wisata tersebut.
Terpantau, dilokasi tersebut juga diterapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, penyemprotan disinfektan pada kendaraan yang masuk, handsanitizer, dan beberapa tempat cuci tangan juga diletakkan lengkap dengan sabunnya.
Oleh: sapto firmansis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *