TMMD Membantu Pemerintah Dalam Percepatan Pembangunan

PESAWARAN-(PeNa), Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-102 di Desa Roworejo, Desa Sidomulyo dan Desa persiapan Grojogan Baru Kecamatan Negeri Katon membawa perubahan yang sangat besar terhadap pandangan dan pola pikir masyarakat.
Masyarakat mulai menyadari bahwasanya manusia memang diciptakan Allah Subkhanahu Wataala sebagai makhluk sosial, makhluk yang tidak bisa hidup sendiri tanpa ada bantuan orang lain.
Hal itu terlihat dari antusias masyarakat yang berada didesa tersebut, begitu guyub dan bergotong royong bekerja bersama dengan Satgas TMMD Ke-102 dalam hal pembangunan fisik maupun non fisik didesanya.
Dihari yang sudah ditentukan, masyarakat rela meninggalkan rutinitas pekerjaan harian demi kebersamaan dalam bergotong royong dengan anggota Satgas TNI.
Sistem gotong royong dilaksanakan secara bergilir tiap warga dengan bergantian sesuai dengan jadwal yang diberikan oleh kepala desanya masing-masing.
Pembukaan jalan antar desa, pembuatan gorong-gorong, pembuatan jembatan beton, pelebaran jalan, renovasi mushola dan sekolah merupakan sasaran pembangunan fisik TMMD. Selain itu, penyuluhan terkait bahaya narkoba, bahaya paham radikal dan wawasan kebangsaan juga menjadi tanggung jawab Satgas TMMD beserta masyarakat.
Saat dilokasi pembuatan jembatan beton Desa persiapan Grujugan Baru, Pasiter Kodim 0421/Lampung Selatan Kapten Inf Sukandi mewakili Komandan Kodim 0421/LS Letkol Arm Untoro Hariyanto mengatakan bahwa TMMD Ke-102 akan dilaksanakan selama tiga puluh hari kedepan.
“Ya, jadi kita kali ini melakukan kegiatan TMMD ke-102 di Kabupaten Pesawaran, tepatnya di Desa persiapan Grujugan baru, Desa Sidomulyo dan Desa Roworejo Kecamatan Negeri Katon yang dilakukan selama 30 hari, dimulai dari tanggal 11 Juli 2018 hingga 9 Agustus 2018, ” kata dia, Rabu (18/7).
Menurutnya, ada berbagai macam kegiatan yang dilakukan TNI bersama stake holder terkait di daerah tersebut. “Pada kegiatan itu, kita lakukan dua jenis kegiatan yaitu fisik dan non fisik. Kalau fisik itu dalam bentuk pembangunan infrastruktur seperti membuka badan jalan, pembuatan gorong-gorong, jembatan dan rehab mushola. Dan untuk non fisiknya nanti kita bersama dengan Pemerintah Daerah dan Kepolisian kita lakukan penyuluhan wawasan kebangsaan dan lainnya,” ujarnya.
Dijelaskan, selain untuk ikut melakukan pembangunan di daerah, TMMD juga bertujuan untuk ketahanan negara. “Sasaran dari kegiatan ini adalah untuk kemanunggalan rakyat, agar hubungan TNI dan masyarakat bisa lebih erat, selain itu juga bertujuan untuk ketahanan negara, misalnya ketika ada hal yang mengancam kedaulatan negara kita bisa langsung berkoordinasi dengan masyarakat, serta mengetahui potensi yang ada seperti jumlah penduduk dan masukan serta saran dari masyarakat,” jelas dia.
Sementara itu, Imron warga sekitar mengapresiasi adanya kegiatan tersebut. “Kami warga disini ya senang dengan adanya kegiatan tersebut, apalagi daerah kita dibangun, sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Kita bisa bekerja bersama bergotong royong bersama pak tentara,” ucapnya.
Diungkapkan, TMMD merealisasikan kebutuhan infrastruktur desa yang belum dijangkau pemerintah daerah. “TMMD ini mempercepat merealisasikan kebutuhan infrastruktur didesa kami. Karna kemampuan pemda dan desa masih terbatas, dengan masuknya TNI semua teratasi, ” ungkap dia.
Sebelumnya, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. “Terima kasih dan penghargaan kepada smua pihak yang telah berpartisiasi pada kegiatan TMMD ke 102. Program TMMD ini adalah program lintas sektoral diantara TNI, Kementerian, lembaga non kementerian, pemerintah daerah dan masyarakat,” ungkapnya.
Dikatakannya, peran dan kerja sama yang erat dari semua pihak merupakan penentu keberhasilan kegiatan TMMD. “TMMD ini telah memberikan pelajaran yang berharga yakni semangat gotong royong. Semua bahu membahu baik menyumbangkan tenaga pikiran bahkan materi. Menggali dan mendayagunakan potensi dengan solusi tebaik. Pada prinsipinya masyarakat harus hidup baik dan sejahtera,” jelasnya.
Belum lagi lanjut Dendi upaya-upaya untuk mengentaskan kemiskinan, mengedukasi masyarakat tentang nasionalisme berbangsa dan bernegara serta bahaya penyalahgunaan narkoba. TMMD bukan semata membangun sarana fisik tetapi membangun rasa percaya diri masyarakat serta kesigapan menghadapi tantangan kedepan.
“Melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat mewujudkan ketahanan masyarakat yang muaranya berguna untuk ketahanan negara. Mari bangun desa tanpa meninggalkan kearfian lokal yang ada. Karena TMMD membantu pemerintah dalam percepatan pembangunan desa,” tegas dia. PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *