Wisata Pantai Mutun Terancam Ditutup Sementara

PESAWARAN-(PeNa), Lima lokasi wisata yang berada diwilayah Pantai Mutun terancam ditutup sementara, jika sepekan kedepan tidak melengkapi fasilitas New Normal.
Demikian terungkap saat dilakukan peninjauan lapangan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten  Pesawaran Dendi Ramadhona bersama jajaran, Ahad (27/06/2020).
“Ya,kita lihat masih banyak kekurangan fasilitas new normal  disiplin protokol kesehatan. Memang sudah ada tempat air berikut sabunnya dan lainnya, tapi masih kurang jika dibandingkan dengan jumlah pengunjung yang sebanyak ini,” kata Dendi.
Melihat banyaknya jumlah pengunjung di seputaran wisata pantai mutun tersebut, Dendi merasa khawatir tentang potensi penyebaran virus corona pada lokasi wisata.
“Kita sudah kumpulkan tadi semua pengelola wisata di Pantai Mutun, mereka sanggup melengkapi apa yang menjadi kekurangan guna melayani masyarakat pengunjung yang masuk. Ya,kita lihat nanti, kalau seminggu kedepan tidak dilengkapi ya terpaksa kita tutup sementara sampai pengelola melengkapinya,” tutur dia.
Pantauan pelitanusantara.co.id, tempat wisata di Pantai Mutun sangat banyak pengunjungnya. Bahkan, diperkirakan telah melebihi kapasitas untuk menjaga jarak aman antar orang atau Social Distancing.
Terlihat, Dendi Ramadhona memberikan pengarahan kepada pengelola wisata Pantai Mutun diantaranya perwakilan dari pemilik Efendi, Idrus, Pantai Tembikil Haruna Jaya (H. Haruna) dan MS. Town Pantai Mutun (H. Mukhtar Sani), Pulau Mahitam dan Pengelola Pantai Ketapang, Pi’i.
Arahan tersebut diantaranya adalah, pengelola wajib menyediakan dan menambah jumlah Handsanitizer, Air cuci tangan lengkap dengan sabun, alat pengukur suhu badan atau Thermo Gun, masker, Cairan Disinfektan untuk disemprotkan kepada kendaraan pengunjung, minimal setengah jam sekali harus ada yang menyampaikan himbauan menggunakan pengeras suara ditengah pengunjung dan pengunjung yang tidak mengenakan masker dilarang masuk.
“Tempat wisata memang sudah boleh dibuka,namun dengan syarat harus menerapkan protokol kesehatan dan jumlah pengunjungnya dibatasi. Tidak boleh melebihi kapasitas untuk mereka jaga jarak. Nah, lalu untuk pengunjung yang suhu badannya lebih dari rata-rata juga harus keluar,” tutur dia.
Rombongan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga melakukan pemantauan langsung di Dermaga Ketapang Desa Batu Menyan Kecamatan Teluk Pandan. Ditempat tersebut, Dendi Ramadhona juga membantu melakukan tes suhu badan dengan thermo gun kepada pengunjung yang akan masuk.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kanit Sabhara Polsek Padang Cermin Polres Pesawaran Ipda M.Hidayatullah, Bhabinkamtibmas Desa Sukajaya Aipda Niko Mulyanto dan 6 Personil Dit Polair Polda lampung, Banbinsa setempat Sertu Hendarwis dan Sertu Maradonan.
Oleh: sapto firmansis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *