Zona Pesawaran Membaik, KBM Tatap Muka Segera Diberlakukan

PESAWARAN-(PeNa), Seluruh wilayah kecamatan di Bumi Andan Jejama mengalami penurunan penyebaran virus covid-19, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka pun segera diberlakukan kembali.
Keputusan tersebut berdasarkan hasil rapat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dengan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona serta tim Satgas Covid-19 pada Senin, (15/3/2021) lalu menanggapi membaiknya pada zona status ditengah pandemi corona.
Kebijakan tersebut disambut baik para wali murid yang memang sudah resah akibat kegiatan belajar putra putrinya dilangsungkan secara daring, selain tidak efektif juga mendorong anak-anak lebih tertarik pada ponsel pintar dan mengabaikan interaksi sosial dilingkungannya.
“Alkhamdulillah, kalau memang anak-anak bisa masuk sekolah dengan normal. Sebagai orang tua, kami mendukung karena melihat perkembangan anak setelah belajar daring malah gak mau main ke tetangga, lebih suka main game online, lebih cepat marah dan susah diatur,” kata Romadhon, salah satu wali murid kelas 1 SD Negeri di Gedong Tataan, Ahad (21/03/2021).
Hal yang sama juga dikemukakan Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesawaran Aria Guna yang mengaku mendukung penuh keputusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat untuk melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar  tatap muka pada April mendatang.
“Sebagian besar pelajar sangat senang karena tingkat kejenuhan mereka sudah sangat maksimal, setahun tidak berkegiatan di sekolah selain itu banyak orangtua yang merasa senang, karena selama ini mereka kewalahan mendampingi anaknya belajar secara daring,” ujar dia.
Namun demikian, tentunya tidak semua wali murid akan mendukung dengan kebijakan tersebut. Masih ada yang merasa khawatir, manakala KBM diberlakukan akan menimbulkan atau berpotensi adanya klaster baru penyebaran virus covid-19 ditengah pandemi corona yang masih berlangsung.
“Tidak semua wali murid menerima keputusan ini, ada sebagian kecil masyarakat yang khawatir jika KBM dilaksanakan akan menimbulkan cluster baru namun hal ini bisa mengurangi kegelisahan wali murid tentang anaknya yang lebih banyak bermain game online daripada belajar,” tutur dia.
Menurutnya, hal tersebut adalah tugas Pemkab setempat berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk meyakinkan kepada wali murid bahwa protokol kesehatan banar-benar dijalankan saat KBM berlangsung.
“Semoga para guru segera di vaksin, hal ini untuk menambah keyakinan orangtua siswa bahwa di sekolah tersebut ada jaminan keadaan yang aman, nyaman dan baik bagi anaknya,” tegas dia.
Oleh: sapto firmansis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *