Saatnya Petani Melek Digital

Sesi diskusi "The future of Food System in ASEAN" dalam ajang World Economic Forum on ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, Kamis 11 Mei 2017.
Sesi diskusi “The future of Food System in ASEAN” dalam ajang World Economic Forum on ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, Kamis 11 Mei 2017. (B1TV/Cladius V Boekan)

Phnom Pehn – Pertanian di era revolusi industri keempat hendaknya terintegrasi dengan digital, karena diyakini mampu mengenalkan teknologi baru, inovasi dan memperluas akses pasar.

Demikian inti pemikiran beberapa pembicara yang tampil pada sesi “The future of Food System in ASEAN” dalam ajang World Economic Forum on ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, Kamis (11/5)

Menteri Pertanian Kamboja, Veng Sakhon mengatakan penggunaan teknologi baru dalam pertanian merupakan keharusan. Kehadiran teknologi akan meningkatkan produktivitas pertanian.

Hal yang sama disampaikan Sekjen Asosiasi Pertanian Asia Estrella Penunia. Berdasarkan pengalaman Estrella selama bertahun-tahun di perdesaan, profesi petani kurang diminati kaum muda karena penghasilan kecil dan kurang bergengsi.

“Selain itu desa yang menjadi tempat hidup petani kurang memiliki infrastruktur yang menjadi daya tarik bagi kaum muda. Misalnya internet dan hiburan,” katanya.

Estrella menambahkan bila desa sudah memiliki koneksi internet, terbuka peluang menahan kaum muda untuk tetap tinggal di desa dan bekerja di sektor pertanian.

Aktivis pertanian Hauke Hartmann dan pengusaha pertanian Kamboja, Sok Puthyvuth menambahkan pertanian mesti terintegrasi dengan digital. Menurut Hartmann, digital membantu petani belajar hal baru, sehingga bisa berinovasi, menambah pengetahuan mengenai harga pangan

Integrasi pertanian di ASEAN dengan digital bisa terwujud mengingat penggunaan internet di kawasan ini meningkat pesat. Sebanyak 10 negara ASEAN mencatat pertumbuhan penggunaan internet yang tercepat di dunia. Setiap hari tercatat 124.000 pengguna baru internet di kawasan ASEAN

Data We Are Social Hootsuite 2017 memperlihatkan, sebanyak 315,4 juta penduduk ASEAN sudah menggunakan internet. Ini artinya separuh dari total penduduk ASEAN sebanyak 630 juta jiwa.

Dari sisi jumlah, Indonesia berada di peringkat pertama. Dari 262 juta penduduk Indonesia, pengguna internetnya mencapai 132,7 juta. Malaysia yang memiliki 30,96 juta penduduk, 22 juta penduduk menggunakan internet. Singapura yang populasinya 5,74 juta, sebanyak 4,71 juta sudah menggunakan internet.

sumber beritasatu.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.