Lampura Tidak Aman, Dalam Tujuh Jam Terjadi Empat Perampokan

LAMPUNG UTARA-Aksi kriminal di Lampung Utara kian marak,bahkan dapat dikategorikan kejadian Luar Biasa (KLB) karena hanya dalam waktu tujuh jam, terjadi enam aksi perampokan di lokasi berbeda, Kamis (1/6) kemarin.

Komplotan perampok juga sempat menyandera korban. Informasi yang dihimpun dilapangan, perampokan pertama terjadi dikediaman Nasir (40), Sangat (62), dan Ahmad Saipul di Dusun 5 Cintasari, Desa Kalicinta, Kotabumi Utara pada Kamis (1/6) dinihari sekitar pukul 00.15 Wib.

Letak ketiga rumah cukup berdekatan, karena masih memiliki hubungan keluarga satu sama lain. Nasir adalah menantu Sangat, dan Ahmad Saiful adalah putra dari Sangat.
Kawanan perampok yang menyatroni kediaman mereka diperkirakan berjumlah 15 orang. Mereka merusak pintu dan jendela rumah korban dengan menggunakan balok ukuran 8x12x300.

Untuk melancarkan ksinya, kawanan rampok mendobrak pintu rumah ketiganya kemudian mengikat penghuni rumah. Sayangnya, pelaku tidak berhasil membawa barang dari rumah korban.

Selang satu jam kemudian, sekitar pukul 02.15 Wib, kawanan perampok bersenjata api dan bersenjata tajam lainnya juga menyatroni kediaman Nana Rukmana (35) di Dusun 1, Desa Kemalaraja, Tanjungraja.

Para pelaku diperkirakan berjumlah enam orang. Mereka masuk ke dalam rumah dengan cara membobol kunci pintu. Para pelaku lantas menguras harta berharga korban setelah korban menunjukan tempat penyimpanan uangnya. Uang tunai sebesar Rp50 juta, 2 unit sepeda motor, 2 unit hp berhasil digondol para pelaku dari kediaman korban.

Namun, meski telah berhasil menguras harta benda korban, para pelaku sempat menyandera anak korban yang berinisial SR (11). Di tengah perlariannya, salah satu sepeda motor korban yang dibawa kabur mogok. Sepeda motor itu ditinggalkan di daerah Talang Blambangan, Tanjungraja. Sementara, SR ditinggalkan mereka di pos ronda yang berada di perempatan Desa Sribandung, Abung Tengah.

Aksi perampokan selanjutnya terjadi pada pukul 03.00 Wib. Lokasi perampokan terjadi di rumah Edi Saragih (65) yang bertempat tinggal di Dusun IV Jatirejo, Desa Talangjali, Kotabumi Utara.

Seluruh pelaku yang diperkirakan berjumlah 10 orang mengenakan penutup wajah.  Kawanan penjahat ini nekad mendobrak teralis besi jendela menggunakan kayu berdiameter 4 meter setelah sebelumnya berhasil mendongkel jendela.

Di bawah todongan senjata api dan senjata tajam, ‎para penghuni rumah menuruti saja kemauan para pelaku. Kelima pelaku yang masuk ke dalam rumah itu langsung mengikat kaki dan tangan para korbannya di ruang keluarga.

Sejurus kemudian, pelaku menguras seluruh harta berharga korban. Mereka berhasil menggondol uang Rp150 juta, 60 gram perhiasan emas, 1 unit sepeda motor Honda Supra X 125 BE 3829 JV, dan 1 unit HP.

‎Kejadian terakhir terjadi di jalan penghubung Desa Rejomulyo dengan Desa Bumijaya, Abung Timur sekitar pukul 07.30 Wib. Korbannya adalah Suyatmi (35), warga Desa Bumirestu, Abung Surakarta. Saat itu, korban dalam perjalanan untuk menyetorkan uang dana kelompok Usaha bersama ke rumah Mijo Santoso (52) di Desa Rejomulyo RT/RK 001/004, Abung Timur. Korban mengendarai sepeda motor Honda beat warna putih miliknya.

Korban langsung dihadang kendaraan yang dibawa oleh dua pelaku di lokasi nahas tersebut. Satu pelaku turun dan menodong korban. Todongan snejata api itu membuat korban gugup dan terjatuh dari sepeda motornya.

Jatuhnya korban membuat uang yang tersimpan di dalam kantong plastik yang diselipkan ke dalam bajunya menjadi tercecer. Namun, sepeda motor korban tak turut digondol para pelaku. Total uang yang dibawa kabur pelaku mencapai Rp128 juta. Aksi perampokan ini langsung dilaporkan korban ke Polsek Abung Timur.

Menanggapi aksi – aksi perampokan tersebut, Kapolres AKBP Esmed Eryadi mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti kejadian – kejadian ini dengan penyelidikan.  Esmed berjanji akan berusaha secepatnya mengungkap kasus-kasus yang terjadi di Lampung Utara, khususnya perampokan.

“Kami akan berusaha ungkap kasusnya secepatnya,” kata dia kepada wartawan.

Esmed menuturkan, pihaknya akan meningkatkan patroli dan pengamanan di wilayahnya. Selain itu, ia mengimbau kepada warga untuk terus menggalakan sistem pengamanan keliling atau siskamling di wilayahnya masing – masing. Tujuannya, untuk meminimalisir potensi terjadinya aksi pencurian, per‎ampokan, dan sejenisnya.

5 Replies to “Lampura Tidak Aman, Dalam Tujuh Jam Terjadi Empat Perampokan”

  1. Kasus kriminalitas di Lampung Utara sdh sering terjadi, perlu dinaikkan status keamanan wilayah jika perlu naikkan mejd darurat & tertib sipil, upaya pencegahan jd prioritas daripada menindaklanjuti peristiwa yg sdh terjd. Libatkan masyarakat luas utk menjg keamanan scra bersama.

  2. Lampung Utara butuh Kapolres yang tegas dan berani agar bisa memberikan rasa aman pada warga. Kapolres yg bs mencegah terjadinya peristiwa pembegalan dan perampokan, bukan Kapolres yang sekedar menindaklanjuti setelah kejadian. Lampung Utara butuh sosok Kapolres baru yang bisa bekerja lebih baik.

    1. Salut dg berita pelitanusantara ini, berani dan lugas. Sekali lagi Lampung Utara butuh sosok Kapolres baru yang bisa bekerja lebih baik, lebih tegas, dan lebih hadir utk ciptakan rasa aman warga dibanding Kapolres yg menjabat saat ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.