Inspektorat Pelajari Dugaan Penyimpangan DD Desa Batu Menyan

PESAWARAN-(PeNa), Inspektorat Kabupaten Pesawaran langsung pelajari soal dugaan penyimpangan penyerapan Dana Desa (DD) Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan. Dugaan penyimpangan tersebut salah satunya pada pengadaan kapal pariwisata yang disoal warganya.
Kepala Inspektorat Kabupaten Pesawaran, Chabrasman mengatakan pada PeNa, bahwa soal pengadaan kapal pariwisata yang dibeli dengan DD pihaknya langsung mempelajari. “Ya terima kasih informasinya, soal dugaan penyimpangan pengadaan kapal yang dibeli dengan DD kita pelajari dulu. Apakah memang ada penyimpangan atau tidak, ” kata dia, Rabu (30/8).
Sebelumnya dikabarkan bahwa penyerapan DD untuk pengadaan kapal pariwisata di Desa Batu Menyan disoal warga. Pasalnya, kapal yang menghabiskan Rp44.600.000 tersebut ternyata tidak dibuat melainkan membeli dari salah satu staf desa tersebut seharga Rp30juta.
Pemilik kapal tersebut kepada PeNa mengatakan bahwa Kepala Desa Batu Menyan,Jamaudin meminta kapalnya untuk dibeli dan akan digunakan sebagai kapal pariwisata dengan alasan pengelolanya juga diserahkan kepadanya. “Pak Kades minta kapal saya untuk dibeli dan akan digunakan sebagai kapal wisata. Kebetulan kapal saya juga masih baru dibuat, kemudian saya jual dengan harga tertulis dikwitansi Rp35 juta. Namun, saya terima hanya Rp30juta dengan alasan sisanya untuk bayar pajak, ” kata Nandang.
Nandang yang juga menjabat  sebagai Kepala Urusan (Kaur)  Pembangunan di desa tersebut juga menuturkan bahwa pihaknya tidak tahu menahu soal pembelian kapal apakah sudah melalui musyawarah atau belum. “Kalau saya tidak tahu menahu soal pembeliannya apakah sudah melalui musyawarah atau belum. Yang jelas, karena saat itu pembuatan kapal susah makanya punya saya dibeli. Harga cocok, ya saya jual, ” tutur dia.
Soal kondisi kapal tersebut, beberapa warga sekitar yang enggan ditulis namanya menyebut bahwa kapal tersebut milik staf desa bernama Nandang.”Kapal bernama Mr. Raup yang diberi tulisan APBDes 2016 adalah milik Nandang, salah seorang kepala urusan pembangunan didesa.” ujar dia.
Menurut warga sekitar, kapal yang dibuat dengan dana desa untuk laporan dokumennya menggunakan kapal milik M. Said yang saat itu masih proses pembuatan. “Dokumentasi gambarnya pakai kapal milik M. Said yang saat itu sedang proses pembuatan. Tapi, tiba-tiba kapal milik Nandanglah yang diberi tulisan label APBDes.” kata dia. PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.