4Milyar Rupiah Untuk Perikanan Kelautan Pesawaran 

PESAWARAN-(PeNa), Dianggap berpotensi, perikanan kelautan wilayah Pesawaran dibantu pemerintah pusat melalui Kementrian Kelautan Perikanan sebesar Rp4Milyar di tahun anggaran 2017. Rencananya, bantuan juga akan dilakukan secara stimulan pada tahun-tahun kedepan.
Demikian dikatakan Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung,Mamid Abdul Hamid pada kegiatan Temu lapang dan serah terima sarana produksi kelompok penerima bantuan revitalisasi keramba jaring apung (KJA)  di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung, Teluk Pandan, Selasa (5/9).”Untuk tahun anggaran 2017,perikanan kelautan Kabupaten Pesawaran mendapat bantuan sebanya Rp4Milyar, ” kata Mamid.
Diantara bantuan tersebut, terang dia, diberikan guna revitalisasi Keramba Jaring Apung (KJA). Selain itu, pelepasan 15ribu bibit ikan di perairan Pulau Tegal. “Tujuan revitalisasi, KJA untuk mengoptimalkan kembali KJA yang idle dan menggiatkan usaha budidaya ikan laut khususnya di Pesisir Pesawaran,” terang dia.
Menurutnya, sasaran bantuan revitalisasi KJA, secara nasional sebanyak 250 paket untuk 1000 KJA dan untuk BBPBL Provinsi Lampung, 125 paket untuk 500 lubang KJA disebar di Pesawaran dan Lampung Selatan.”Khusus Kabupaten Pesawaran yang mendapatkan  program itu sebanyak 15 kelompok, dengan jumlah paket 69 paket untuk 276 lubang KJA dan Lampung Selatan, 4 kelompok dengan jumlah paket 16 paket untuk 64 lubang KJA,” ujar dia.
Selain di Provinsi Lampung, bantuan secara nasional juga di serahkan ke Kabupaten Kepulauan Seribu, dan Karimun Jawa, khusus untuk di Provinsi Lampung dia berpesan kepada para kelompok yang menerima bantuan revitalisasi KJA agar bisa mengembangkan dan merawat sehingga memperoleh hasil yang maksimal.
“Bantuan yang diberikan, diantanya revitalisasi KJA, bantuan benih ikan, pakan ikan, vitamin, obat obatan, dan sarana tangkap atau alat kerja,” tegas dia.
Pada kesempatan tersebut, Mamid Abdul Hamid juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Pesawaran agar dapat membantu memperbaiki infrastruktur dilingkungan kantornya.  PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *