Ternyata Perkara BBM Oplosan Sudah P21

 
BANDARLAMPUNG-(PeNa), Berkas perkara dugaan Bahan Bakar Minyak (BBM) oplosan sebanyak 5 ton di Desa Klaten, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu ternyata sudah dianggap lengkap (P21) pada Senin (4/9) dan di limpahkan ke Kejaksaan Tinggi Lampung guna pesiapan di meja hijau.
Kepala Subdit I, Industri Perdagangan dan Investigasi (Indagsi), Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Ditreskrimsus Polda) Lampung, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Budiman Sulaksono membenarkan hal tersebut.“Ya benar,berkas perkara, tersangka dan barang bukti telah kita limpahkan ke Kejaksaan Tinggi Lampung, pada Senin (4/9) lalu,”kata Budiman Sulaksono saat di temui usai menunaikan sholat Ashar, pada Kamis (14/9) sore.
Mengenai tersangka dalam perkara tersebut, menurut Budiman Sulaksono, ada dua tersangka yakni, tersangka Billi pemilik minyak oplosan dan tersangka Dedi pemilik tempat yang digunakan untuk pengoplosan BBM.
Diketahui, para tersangka menggunakan modus pengoplosan BBM dengan cara mengoplos minyak mentah dengan premium atau pertalite asli dengan perbandingan satu liter minyak mentah dengan satu liter premium atau pertalite.
Dari hasil pemeriksaan petugas, tersangka membeli minyak mentah dari Sumatera Selatan, sedangkan premium dan pertalite di beli dari SPBU dengan menggunakan mobil milik tersangka kemudian premium dan pertalite tersebut dikuras dari tanki mobil. Hasil pengoplosan dipasarkan di pertamini di daerah Pringsewu dan Pesawaran.
Akibat perbuatannya, tersangka bakal di jerat Pasal 53 huruf b dan huruf d UU RI Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, ancamannya selama 4 tahun penjara dan denda sebesar 4 miliar, dan Pasal 106 UU RI nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan yang dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1) ancaman hukuman selama 4 tahun penjara dan denda sebesar  Rp. 10 miliar. PeNa-Obi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *