Kabupaten Pesawaran Kota Pusaka

BANDARLAMPUNG-(PeNa), Satu-satunya daerah yang menjadi pusat transmigrasi pertama di Provinsi Lampung. Kabupaten Pesawaran mengabadikannya pada Musium Transmigrasi.
Demikian dikatakan Bupati Pesawaran,Dendi Ramadhona pada paparan seminar pendidikan dan kebudayaan di Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Sabtu (18/11) siang.”Pesawaran sebagai pusat trasmigrasi pertama dan kita abadikan semua dokumen dan sejarah trasmigrasi di musium transmigrasi yang berada di Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran. Lengkap,semua barang – barang peralatan pertanian yang digunakan pada saat itu juga masih tersimpan rapih. Makanya Pesawaran disebut sebagai kota pusaka,” kata dia.
Hal tersebut disampaikan untuk menjawab pertanyaan salah satu peserta seminar bernama Endang. Dimana peserta tersebut menanyakan soal apa yang diperbuat di daerah yang dipimpinnya terkait budaya. Untuk diketahui, Kabupaten Pesawaran memiliki banyak peninggalan jaman penjajahan Belanda. Peninggalan dimaksud,diantaranya bangunan pabrik dan gudang karet di Desa Sungai Langka, Desa Wiyono, Desa Way Berulu dan di Desa Cipadang.
Budaya dianggap mampu menyelaraskan pendidikan dalam mengisi pola pikir generasi penerus bangsa. Semua agar pendidikan bisa lebih beradab dan memiliki akhlak yang berpijak pada kearifan lokal.”Dengan budaya,pendidikan bisa lebih baik jika diselaraskan dengan budaya yang berpijak pada kearifan lokal. Ini penting,sehingga generasi penerus bangsa tidak hanya mengandalkan pendidikan tapi dibarengi dengan kebudayaan sesuai dengan peradaban yang berakhlak,” ujar dia.
 
Ditegaskan, mahasiswa sebagai tumpuan harapan bangsa. Untuk itu, mahasiswa harus mampu menghadapi pengaruh luar dalam proses pendidikan dan kebudayaan. Sehingga, bangsa Indonesia bisa bebas dari pengaruh kebudayaan luar yang dapat merusak tatanan yang telah ada.”Bangsa kita memiliki kebudayaan sendiri yang senantiasa menjunjung tinggi nilai luhur kebersamaan dan saling menghormati. Namun,sekarang mulai terkikis dengan masuknya budaya luar. Misalnya pada perilaku anak muda yang cenderung bebas, mengkonsumsi narkoba dan budi pekerti yang mulai hilang,” tegas dia. 
 
Kegiatan seminar pendidikan dan kebudayaan tersebut diikuti sekitar 500 mahasiswa dengan nara sumber salah satunya Dendi Ramadhona. PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *