Tiga Titik Jadi Proyeksi Operasi Sikat Krakatau 2017

BANDARLAMPUNG-(PeNa), Operasi Sikat Krakatau 2017, petugas Subdit III Jatanras Polda Lampung prioritaskan pengamanan di tiga titik rawan aksi tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas), Jumat (17/11).
Kasubdit III Jatanras Polda Lampung, AKBP. Roy setya Putra mengatakan, operasi Sikat Krakatau 2017, dimulai sejak 15 November hingga 4 Desember 2017 mendatang. Dari hasil mapping, pihaknya menyimpulkan ada tiga titik di wilayah hukum Polda Lampung dianggap rawan aksi kejahatan 365. “Tiga titik rawan itu yakni, Lampung Barat, Way Kanan, dan Lampung Tengah,” kata Roy Setya Putra, saat ditemui diruang kerjanya.
Diakuinya, penyelidikan dan mengungkap kasus kejahatan itu setelah ada peristiwa atau kejadiannya. Hal itu tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi dan dimana lokasinya. Saat ini di tiga titik tersebut yang meningkat, tetapi diwaktu mendatang bisa saja terjadi di wilayah lainnya.
“Hasil pengungkapan kasus kejahatan, selain memanfaatkan kelengahan korbannya, para pelaku kejahatan biasanya memanfaatkan situasi dan kondisi di wilayah-wilayah yang tidak ada atau kurang pengamanannya,” ujarnya.
Untuk itu, tambah Roy Setya Putra, dalam operasi Sikat Krakatau 2017 yang digelar selama 20 hari, personil Subdit III Jatanras Polda Lampung,  membackup tiga wilayah tersebut. “Intinya, kita terus berupaya menekan jumlah tindak pidana yang terjadi guna terciptanya situasi yang kondusif, agar masyarakat merasa aman dan nyaman. Meski demikian, kita juga akan terus melakukan koordinasi dengan petugas di seluruh wilayah jajaran Polda Lampung, sebagai antisipasi,” tutupnya. PeNa-obi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.