Selain Tanggamus dan Lampung Selatan, KPAI Sebut Lampung Timur Darurat Pelecehan Seks Anak

BANDARLAMPUNG- (PeNa) , Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), mengungkapkan tiga Kabupaten  sebagai daerah  darurat tindak pidana kekerasan pelecehan seksual anak dibawah umur. Yakni Kabupaten Lampung Timur, Tanggamus dan Lampung Selatan.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Aris Merdeka Sirait mengatakan, pihak datang ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung untuk mendampingi korban dan mengawal kasus tindak pidana kekerasan pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur.

“Kami menyebut Lampung Darurat tindak pidana tersebut, karena ada beberapa faktor yang membuat Lampung darurat tindak pidana tersebut,”kata Aris Merdeka Strait, Jum’at (8/2).

Beberapa faktor tersebut yakni, banyak anak dibawah umur yang menjadi korban tindak pidana justru terjadi di garda lingkungan sekolah dan Pondok Pesantren (Ponpes), di Lampung.

“Tugas pokok dan fungsinya (Tupoksinya), sekolah atau Ponpes seharusnya sebagai pelindung, tetapi saat ini ada sekolah dan Ponpes dijadikan sebagai tempat tindak pidana tersebut,”ujarnya.

Selain itu, ada faktor lainnya, lanjut Aris Merdeka Sirait mengapa Lampung disebut Darurat tindak pidana tersebut. “Tindak pidana kekerasan pelecehan anak dibawah umur terjadi dibeberapa wilayah di Lampung diantaranya, di wilayah Lampung Selatan, Wilayah Lampung Timur dan wilayah Tanggamus,”terangnya.

Untuk itu, tambah Aris Merdeka Sirait, pihaknya akan mendampingi anak yang menjadi korban kekerasan pelecehan seksual dan mengawal kasusnya hingga tuntas, agar para tersangkanya diproses sesuai dengan Hukum yang berlaku.

“Kita melakukan pendampingan, untuk memulihkan kondisi trauma yang dialami korban dan pengawalan proses hukumnya, agar korban bisa mendapatkan keadilan serta membuat efek jera bagi para tersangkanya,”ungkapnya. PeNa-obi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *