Pesawaran Rusuh, Dua Orang Roboh Tertembak

PESAWARAN-(PeNa), Tepat dihalaman Mapolres Pesawaran, kerusuhan massa melawan petugas terjadi. Hiruk pikuk amukan massa pecah setelah dua orang pengunjuk rasa roboh terkena tembakan, Kamis (22/3).
Untuk diketahui ratusan massa tersebut semula berunjuk rasa secara damai. Namun, berjalan waktu suasana menjadi mencekam karena massa mendadak merangsek menyerang petugas. Lemparan benda dan air mineral berhamburan mengarah ke kelompok Pasukan Huru Hara (PHH). Pasukan pengaman yang memang sudah disiapkan silih berganti menghalau massa yang beringas dan tidak terkendali.
Meski berulang kali dipukul mundur, massa bertambah banyak dan brutal. Ada yang memukul petugas, mencaci dan melemparkan telor kearah petugas. Suara tembakan berulang kali diletuskan,  gas air mata juga beberapa kali disemprotkan, suara sepeda motor yang ditunggangi pasukan sabhara meraung menepis dan memecah kerumunan massa.
Tercatat, dua orang nampak roboh setelah bunyi senjata laras panjang diarahkan. Lalu, tim medis langsung mengevakuasi dua korban dan langsung diambil tindakan. Tiba-tiba api menyala di tengah kerusuhan, membesar membakar tumpukan ban bekas yang dibawa massa. Sekitar 45 menit, situasi tersebut dikendalikan dan api bisa dipadamkan. Ratusan massa langsung kocar kacir meninggalkan tempat kerusuhan, berikutnya patroli gabungan TNI dan Polri bermanuver mensterilkan kondisi agar benar-benar aman.
Demikian simulasi pengamanan pemilu Polres Pesawaran digelar dengan sempurna setelah sebelumnya dilaksanakan Apel Kesiapan Pengamanan Kampanye Operasi Mantap Praja Krakatau 2018 Polres Pesawaran.
Kepada PeNa, Kapolres Pesawaran AKBP Syaiful Wahyudi mengatakan bahwa simulasi memang dilaksanakan dengan semaksimal mungkin guna mengantisipasi kondisi dilapangan. “Ya, simulasi ini kita laksanakan dalam rangka melaksanakan tahapan pengamanan pemilu. Baik itu untuk pemilu kada maupun pilpres dan pileg. Sekitar 450 personil gabungan dilibatkan, ” kata dia.
Diterangkan, personil tersebut terus dilatih agar pada pelaksanaan sesungguhnya sudah siap dengan kondisi apapun. “Ya kita berharap pelaksanaan pemilu dapat berlangsung aman dan tertib, tapi kita terus berlatih guna mempersiapkan personil untuk lebih cepat mengantisipasi dan mengendalikan hal-hal yang tidak diinginkan.” ujar dia.
Syaiful Wahyudi menegaskan, peralatan dan personilnya telah siap mengamankan jalannya pemilu. Berbagai upaya, baik kegiatan intelijen dan pengamanan lain pun sudah mulai bergerak.”Baik personil dan peralatan yang dibutuhkan sudah disiapkan, dukungan dari personil Polda pun telah disiap siagakan. Namun demikian, kita berharap semua bisa berjalan dengan baik dan meminimalisir pelanggaran sehingga minus kerusuhan, ” tegas dia. PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *