TMMD Mampu Mencegah Paham Radikalisme Secara Dini

Pasiter Kodim 0421/LS Kapten Inf Sukandi. Sapto PeNa

PESAWARAN-(PeNa), Paham radikalisme dapat dicegah dengan kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD). Karena, inti pentingnya adalah manunggal dengan masyarakat sehingga secara dini dapat mengidentifikasi kegiatan radikalisme. Demikian dikatakan Pasiter Kodim 0421/LS Kapten Inf Sukandi di lokasi pembuatan jembatan Sidomulyo, Rabu (18/7).

Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan TMMD ke-102 lebih fokus pada pemberdayaan masyarakat dalam rangka mencegah masuknya paham radikalisme. “Kalau kegiatan fisik, seperti pembuatan pembukaan jalan, pembuatan jembatan,rehab sekolah dan lain sebagainya hanya diantaranya saja. Intinya adalah, manunggal dengan masyarakat guna memberikan penyuluhan terkait pencegahan paham radikalisme, ” kata dia.

Pembangunan infrastruktur berupa jalan dan jembatan merupakan salah satu kegiatan penunjang ekonomi pedesaan. Sebagai instrumen pemerataan pembangunan berkeadilan, penting untuk menghindari masyarakat dari bahaya radikalisme.

Saat ini, menurutnya, penting bagi segala lapisan masyarakat untuk mengerti dan memahami akar dari radikalisme itu sendiri. “Pentingnya kita untuk mengerti dan memahami akar dan bahaya radikalisme yang bergerak secara masif. Salah satu pencegahannya adalah pemerataan ekonomi yang berkeadilan. Nah dengan peningkatan infrastruktur melalui kegiatan TMMD ini, kita TNI berharap masyarakat terhindar dari bahaya tersebut,” ujarnya.

Dijelaskan, selain itu dilakukan juga penyuluhan bahaya narkoba dan kamtibmas yang akan dilaksanakan instansi terkait. “Kita koordinasikan dengan BNN, Kepolisian dan pemda untuk memberikan penyuluhan ke masyarakat saat malam hari. Kegiatan non fisik juga kita lakukan secara masif oleh Babinsa dilapangan, ” jelas dia.

TMMD ke102 dilaksanakan di tiga desa, yakni Desa Roworejo, Desa Persiapan Grojogan Baru dan Desa Sidomulyo. Kegiatan tersebut mengakselerasikan pembangunan fisik maupun non fisik didesa yang disasar. Percepatan pembangunan tersebut juga mendapat dukungan dan apresiasi masyarakat desa sekitar. “Antusias masyarakat sangat mengapresiasi TMMD. Mereka rela tidak berkatifitas diladang dan sawah hanya untuk bergotong royong bekerja bersama para tentara membangun infrastruktur desanya, ” ujar dia.

Ditegaskan, apapun informasinya yang ada ditengah masyarakat pasti ada laporan yang diterima dari warga. “Masyarakat atau rakyat sudah dekat dengan TNI, ketika ada kegiatan yang dianggap aneh pasti akan melaporkan. Kita ini sudah manunggal atau menyatu, baik dalam keseharian maupun beraktifitas. Makanya, masyarakat selalu menginformasikan apapaun termasuk jika ada kegiatan simpatisan ISIS atau sering disebut sebagai paham radikalisme, ” tegas dia. PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *