Di Pesawaran Empat Alat Berat Beroperasi Di Tambang Illegal ?

PESAWARAN-(PeNa), Panitia khusus (Pansus) Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)  Kabupaten Pesawaran temukan empat alat berat yang sedang beraktifitas di areal tambang batu yang diduga illegal di Dusun Bambu Kuning Desa Bantar Kecamatan Padang Cermin, Rabu (10/10).
Wakil Ketua Pansus PAD Peningkatan PAD Kabupaten Pesawaran DPRD Pesawaran Rudi Irawan usai meninjau lokasi pertambangan tersebut mengatakan bahwa tambang belum memiliki ijin dari instansi terkait.
 “Ya, sepertinya ini tambang ilegal karena belum bisa menunjukan surat izin terhadap kami, dan kami juga belum ada laporan bahwa didaerah ini ada tambang batu, ” kata dia.
Menurutnya, aktifitas pertambangan ini seharusnya bisa beroperasional jika sudah mempunyai izin. “Tadi kita dapat informasi dari pekerjanya, tambang ini sudah berjalan tiga bulan namun kami (DPRD) tidak pernah menerima laporan bahwa ada operasi tambang dilokasi itu dari dinas terkait, seharusnya dinas lingkungan hidup dan perizinan lebih mengetahui dari awal bahwa ada operasi tambang batu,/apalagi itu bisa dikatakan ilegal jika tidak punya izin,” ujar dia.
Dijelaskan, kegiatan pertambangan tersebut jika sudah resmi dapat menjadi salah satu PAD bagi Pemkab Pesawaran. “Sebelumnya anggota pansus PAD mendapatkan informasi masyarakat adanya penambang liar memakai alat berat, kalau tidak bisa secepatnya menunjukan surat izin pendirian tambang batu. Maka kita anggota pansus meminta tambang tersebut ditutup. Kalau toh itu ada surat izin atau resmi maka Pemda juga bertambah PAD nya, kalau begini kan apa yang didapat untuk pemerintah, ” jelas dia.
Khawatir berdampak pada lingkungan, Pansus tersebut meminta kepada instansi terkait untuk segera turun ke lokasi.
 “Kami akan meminta terhadap dinas terkait segera mengecek kebawah karena ini penting bagi pemerintah dan masyarakat wilayah setempat, apalagi itu lokasi penambangannya, sepertinya tidak memikirkan dampak besar bagi masyarakat karena itu diatas bantaran kali dan dampak kesehatan dilingkungan itu pun buruk, ” tegas dia.
Sementara itu, pengawas sekaligus operator alat berat dilokasi tersebut bernama Herman mengaku hanya menjalankan perintah untuk bekerja di areal pertambangan yang diduga milik CV Budi Jaya mas. “Saya hanya sebagai operator sekaligus mengawasi empat alat berat yang digunakan untuk mengeruk batu saja, kalau bos saya di Kalianda dan ini tambang atas nama CV Budi Jaya mas, ” kata dia. PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.