Pengahayat Kepercayaan Nilai Implementasi MK tak Berjalan Mulus

Dian Cipta Ningsih, Ketua Puan Hayati Pusat saat melantik Puan Hayati Provinsi Lampung kemarin. ist

LAMPUNG TENGAH (PeNa)-Penganut Penghayat Kepercayaan masih belum dapat merasakan kebebasan hak asasinya sebagai warga negara, kendati keputusan MK terkait status penghayat kepercayaan sudah sesuai dengan Judicial Review yang diajukan.

Namun dalam implementasi nya, penghayat kepercayaan masih memegang dua id card berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang memuat masing-masing kolom agam dan kepercayaan.

“Yang satu hanya untuk agama dan yang satu hanya untuk kepercayaan. Seharusnya kalau kita berjalan pada standar HAM negeri tidak perlu membedakan dua id card dari warganya berdasarkan keyakinan,” ujar Dian Cipta Ningsih, Ketua Perempuan Penghayat Kepercayaan (Puan Hayati) Pusat dalam pelantikan Puan Hayati Provinsi Lampung di Kampung Gaya Baru 8 Kecamatan Seputih Surabaya kemarin.

Menurutnya, jika dilihat secara mendalam keputusan MK tersebut, masih belum sesuai dengan yang dikehendaki pengikut penghayat kepercayaan. Karena keputusan MK juga masih membawa resisten bagi kelompok agama tertentu. “Hasil dialog dengan kemendagri mengatakan ada kelompok agama yang menginginkan KTP tersebut dibedakan. Dan kebijakan dua id card itu sedang berjalan sampai saat ini,” tegasnya.

Majelis luhur kepercayaan pusat sudah melayangkan keberatan tersebut, tetapi tidak adanya ketegasan dan kesadaran dari pemangku kebijakan dalam hal ini pemerintah dalam mensikapi hak asasi untuk keyakinan terhadap agama membuat penghayat kepercayaan tidak dapat berbuat banyak.

“Ini lah yang harus kita terima, kita akan terus memperjuangkan apa yang menjadi hak asasi kami sampai pemerintah itu sadar bahwa yang kami yakini ini adalah hak asasi kami sebagai warga negara yang harus dihormati dan kewajiban pemerintah sebagai pelayan masyarakat,” ujarnya.

Dian menghimbau agar penganut penghayat kepercayaan dapat terus bersama berbuat baik untuk masyarakat dan negara. “Saya mengajak dan menghimbau mari bergandeng tangan bersama mendarma baktikan pengahayatan kepercayaan kita untuk diberikan kepada bangsa dan negara. Saya berpesan kepada perempuan yang baru dilantik tugasnya tidak kalah penting dan berat karena kita harus bangun dari tidur panjang yang terlena dari struktur yang sudah terkoyak kita tata kembali,” harapnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.