Dendi Gelar Rakor Rekonstruksi Pasca Bencana Tsunami Legundi

 

PESAWARAN-(PeNa), Rapat koordinasi (rakor)  atasi rekonstruksi pembangunan pasca bencana tsunami digelar di Desa Pulau Legundi Kecamatan Punduh Pidada, Rabu (02/01) usai dilakukan peninjauan lokasi dampak tsunami.
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona dan Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro bersama hampir seluruh satuan kerja di Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran dalam rapat membahas kaitan bagaimana segera dilakukan percepatan rekonstruksi pembangunan desa tersebut pasca tanggap darurat sudah selesai.
“Semula kita akan usahakan alat berat masuk ke Legundi, namun biaya mobilisasinya sangat mahal. Jadi kita upayakan man power, nanti kita bagi dengan masing-masing penanggungjawab. Prinsipnya bagaimana dilakukan percepatan rekonstruksi pembangunan agar masyarakat dapat kembali hidup normal, ” kata Dendi, Kamis (03/01).
Menurutnya, rapat juga akan dilakukan untuk membahas soal teknis dan realisasi dilapangan pada waktu dekat.
“Rencananya Jumat besok kita rapat koordinasi lagi guna membahas kelanjutan rapat di Legundi. Nanti akan dibahas soal teknis, apa yang lebih dulu dilakukan dan siapa yang mengkoordinir dilokasi dan lain sebagainya akan dibahas sampai detail. Jadi, percepatan rekonsntruksi pasca tanggap darurat bencana akan segera dilaksanakan, ” ujar dia.
Menambahi apa yang disampaikan Bupati, Kapolres AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengatakan bahwa situasi tanggap darurat bencana sudah berakhir. Lalu, tinggal bagaimana dilakukan recovery lokasi dampak tsunami agar masyarakat bisa beraktifitas kembali Secara normal.
“Kemarin sudah dilakukan rakor saat kami semua di lokasi Desa Legundi. Rencananya kita akan gunakan man power untuk mempercepat recovery atau rekonstruksi pembangunan dilokasi tersebut, ” kata dia.
Diterangkan, nantinya saat dilakukan pengerjaan diusulkan menggunakan tenaga yang ahli dibidangnya sehingga lebih cepat dan hemat.
“Kemarin kita sarankan agar tenaga yang bekerja harus yang ahlinya, tinggal cari tukang batu atau tenaga konstruksi berikut tukang lain yang memang sudah biasa mengerjakannya. Kalau menggantungkan relawan atau kita kerja bhakti, hasilnya tidak maksimal dan cenderung besar biayanya, ” terang dia.
Ditegaskan, pada rapat koordinasi rekonstruksi pasca bencana tsunami di Desa Legundi diajukan tiga penanggungjawab lapangan saat berlangsung.
“Kita bagi tiga penanggungjawab lapangan, pertama Kapolsek Padang Cermin kedua Danramil Padang Cermin dan ketiga adalah Camat Punduh Pidada. Mereka ini nantinya yang akan mengawasi dan mengkoordinasikan para tenaga konstruksi atau tukang dilapangan. Baik material maupun yang lain, bertiga inilah yang tanggungjawab sehingga lebih cepat dan mudah koordinasinya, ” tegas dia.
Direncanakan, masing-masing penanggungjawab akan menggunakan sedikitnya 20 orang tenaga konstruksi yang didukung beberapa OPD. Mereka akan bekerja membersihkan sampah, merehabilitasi rumah warga dan membangun jembatan atau jalan yang rusak serta membuat rumah sementara bagi warga yang rumahnya hilang terkena tsunami. PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.