Satpam Bank BRI Kurung Dua Orang Terduga Pembobol ATM

BANDARLAMPUNG-(PeNa), Satuan pengaman (Satpam) Bank BRI berhasil mengurung dua orang pelaku yang diduga sedang membobol Anjungan Uang Tunai (ATM) depan Museum Lampung  pada Rabu (03/04) sekitar pukul 19.00WIB di Jalan Z.A Pagar Alam Rajabasa Kota Bandarlampung.
Satpam atau Security ATM Bank BRI Zainal Ali menceritakan kronologi kejadian pembobolan ATM BRI tersebut kepada media.
Menurutnya, saat bertugas ia melihat dua orang yang mencurigakan masuk kedalam ruang mesin ATM secara bersamaan. Setelah dilakukan pengintaian melalui Closed Circuit Television (CCTV), keduanya didapati sedang membobol mesin.
“Saya curiga ada dua orang yang masuk ATM secara bersamaan, lalu saya lihat CCTV ternyata dua orang ini sedang melakukan pencurian uang ATM dengan cara mengganjal pintu keluar uang mesin ATM. Sehingga mengeluarkan uang sejumlah uang,” ujar zainal, Jumat (05/04).
Melihat kejadian tersebut, sambung Zainal, dirinya langsung mengunci pintu kaca ruang ATM secara otomatis melalui tombol teknologi yang disediakan pihak Bank BRI.
“Saya kunci dari luar pakai remot kunci otomatis, jadi kedua pelaku terkurung di dalam. Lalu saya menghubungi polisi dan keduanya langsung diamankannya, ” kata dia.
Dari informasi yang dihimpun, penyidik Tekab 308 dan Unit Jatanras Polresta Bandarlampung tengah memeriksa terhadap dua pelaku kasus dugaan pencurian uang ATM Bank BRI Unit UBL dengan pelapor seorang petugas penjaga malam atas nama Zainal Ali.
Dari sumber yang dipercaya, kedua pelaku tersebut berinisial GS (32) warga Jalan Imam Bonjol Fajar Isuk Timur Kecamatan Fajar Isuk Kabupaten Pringsewu dan Hi (32) warga RT 002 RW 001 Kelurahan Menggala Kecamatan Kota Agung Timur Kabupaten Tanggamus.
Terindikasi, untuk pelaku inisial GS diduga sebagai oknum anggota Polri berpangkat Brigpol/87040600 yang bertugas di Polsek Semaka Polres Tanggamus.
Saat ini keduanya dikurung dalam sel tahanan sementara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan barang bukti Barang Bukti sejumlah uang yang diperkirakan senilai Rp3 juta, kartu ATM BRI, ponsel genggam dan Pinset penjepit yang digunakan untuk memanipulasi mesin ATM.
Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Lampung AKBP Zahwani Pandra Arsyad membernarkan adanya laporan terkait dengan pembobolan ATM di wilayah tersebut. Akan tetapi masih dalam penyidikan dan pengembangan petugas, terkait dengan status tersangka apakah sebagai anggota Polri atau bukan.
“Ya benar ada laporan pembobolan ATM. Akan tetapi terkait dengan identitas tersangka yang diduga anggota polisi masih dilakukan pemeriksaan dan sudah berkoordinasi dengan Bid Propam. Apa benar dia adalah anggota polisi aktif, atau anggota polisi yang sedang dalam suatu kasus. Hal ini masih kami dalami,” kata Pandra saat ditemui diruang kerjanya.
Dengan begitu, sambungnya, Pandra menghimbau agar para masyarakat  turut bekerjasama dengan anggota kepolisian untuk bersama menjaga berkordinasi jika ada tindak pidana kejahatan diwilayah hukum Polda Lampung.
“Saya menghimbau kepada warga masyarakat lampung harus senantiasa membantu Polri untuk membantu pencegahan, apabila didapati gejala pelaku tindak pidana cepat melaporkan kepada kepolisian terdekat, termasuk kepada RT atau RW setempat,” tegas dia. PeNa-sp.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.