Kenikmatan Sebungkus Nasi Bakar Aris yang diburu Pencinta Kuliner

LAMPUNG SELATAN (PeNa) -Pengunjung kuliner, bisa menikmati nasi bakar varian rasa hasil racikan Aris Setiawan (36) di wisata kuliner malam “Deswita Linerrejo” di area lapangan Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan yang disulap menjadi ruang terbuka yakni nasi bakar isi daging ayam, nasi bakar daging kambing, nasi bakar cumi, nasi bakar udang dan nasi bakar ati ampela dengan ditambah telur puyuh yang dibungkus dengan daun pisang.

Setelah itu, bungkusan nasi itu dibakar diatas panggangan bara arang selama lebih kurang 10 menit. Saat daun pisang mulai layu, beberapa bagian menjadi kering kecoklatan nasi itu diangkat. Dengan asap yang masih mengepul dan menebarkan bau harum, nasi bakar ditaruh diatas piring dan siap dihidangkan. Begitu bungkus daun pisang dibuka, serasa tak sabar untuk segera menyantapnya.

Akan lebih nikmat langsung menikmati nasi bakar dari daun pisang yang membungkusnya, sehingga tak perlu menuangkan nasi bakar itu ke atas piring. Cara makan seperti ini, akan memberikan sensasi saat mengorek nasi dari dalam selongsong daun pisang dan juga mendapatkan aroma bakaran daun pisang yang wangi.

Ditengah cuaca malam yang cerah di wisata kuliner Deswita Linerrejo, menyantap nasi bakar sangat tepat karena masih kondisi hangat baru matang. Meskipun sudah dingin, aroma dan kenikmatan nasi bakar hasil inovasi racikan Aris ini tak lantas lenyap begitu saja. Bagi para pencinta kuliner, hanya cukup merogoh kocek Rp 10 ribu sudah bisa menikmati kelezatan seporsi “Nasi Bakar LS” buatan Aris, warga Dusun Krajan Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan ini.

Nasi bakar tersebut, bisa dinikmati semua lapisan masyarakat dengan harga sangat terjangkau hanya Rp 10 ribu/porsi. Tak heran, menu kuliner nasi bakar aneka varian rasa hasil inovasi Aris itu diminati dan diburu para pecinta kuliner. Menikmati nasi bakar, semakin lengkap jika ditemani segelas jus buah segar atapun segelas teh manis hangat yang siap disajikan.

Nasi bakar Aris ini, dapat ditemui di wisata kuliner malam “Deswita Linerrejo” di area lapangan Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Meski hanya di kaki lima, anda dapat menikmati nasi bakar yang rasanya lezat dan harganya pas dikantong (murah). Untuk menikmati “Nasi Bakar LS” ini, anda bisa datang sekitar pukul 17.00 WIB hingga 22.00 WIB.

“Nasi bakar ini dibuat dengan racikan resep bumbu hasil inovasi saya sendiri, tidak lain hanya ingin menciptakan makanan asli budaya indonesia biar semakin dikenal banyak orang,”kata Aris saat ditemui di kedainya di area wisata kuliner “Deswita Linerrejo”, Minggu (19/5/2019) malam.

Aris menuturkan, usaha kuliner nasi bakar aneka varian rasa tersebut, buka setiap hari di gerai kaki lima tempat wisata kuliner malam Deswita Linerrejo mulai sekitar pukul 17.00 WIB hingga 22.00 WIB.

“Ya kalau malam-malam biasa, tutup jam 22.00 WIB. Tapi kalau malam minggu hanya sampai pukul 20.30 WIB, nasi bakar sudah ludes semua. Kalau malam minggu, omzet yang saya dapat sebesar Rp 1,5 juta. Alhamdulillah berkat usaha yang saya jalani ini, lebaran tahun 2019 ini saya bersama istri dan anak bisa mudik ke Jawa di rumah orangtua istri,”ungkapnya.

Salah seorang seorang penggemar nasi bakar, Tia (26), warga Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung yang bekerja di salah satu bank di Kecamatan Sidomulyo mengatakan, bahwa yang paling ia sukai dari nasi bakar ini adalah aroma khas daun pisang dan daun kemangi dengan dibalut aroma daging yang dibakar meresap sampai ke dalam makanan.

“Rasanya benar-benar unik dan enak, begitu juga aroma masakannya sangat kental tradisionalnya. Belum lagi harumnya ini, pokoknya mengundang selera makan lah mas karena dihidangkannya juga masih kondisi fresh lagi,”ucapnya sembari menikmati nasi bakar bersama dua orang temannya usai sholat tarawih.

Dikatakannya, bahkan hidangan untuk santap sahur, ia juga sering membeli nasi bakar tersebut karena praktis dan tidak harus repot-repot lagi memasak.

“Disini (Sidomulyo) saya kan ngontrak, jadi saya beli dan minta nasi bakar varian rasa yang belum dibakar. Saat sahur, tinggal dibakar sebentar saja dibara kompor gas sudah matang jadi gak usah repot masak,”ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan Anggita (23), salah seorang mahasiswi pengunjung Deswita Linerrejo. Menurutnya, selain menikmati nasi bakar di tempat wisata kuliner malam di Desa Sidorejo ini, ia juga sering membeli nasi bakar di Kota Bandarlampung yang lokasinya berada tidak jauh kampusnya.

“Kalau di Bandarlampung satu porsi nasi bakar itu, Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu. Karena di tempat tinggal saya sudah ada yang jual nasi bakar, apalagi harganya cukup murah Rp 10 ribu/porsinya saya dan keluarga tidak lagi menikmati nasi bakar yang dijual di Bandarlampung,”ungkapnya.

Saat ditanya mengenai rasanya, menurut mahasiswi warga Desa Seloretno ini, bahwa nasi bakar yang dijual pak Aris ini tidak kalah enaknya dengan yang ada Kota Bandarlampung. Justru nasi bakar buatan pak Aris ini, banyak aneka varian rasa dagingnya dan rasanya juga sangat khas sekali.

Tidak salah kalau akhir-akhir ini, di wilayah Kecamatan Sidomulyo menu “Nasi Bakar LS” aneka varian rasa ini mulai begitu populer dan banyak diburu pencinta kuliner. Wangi daun pisangnya itu, tercium ketika mulai membakar bungkusan nasi diatas bara arang. Harum daun pisang inilah, yang membuat selera makan semakin meningkat ketika membuka balutan daun pisang yang membungkus nasi berisi yang sudah dibakar tersebut.

“Melengkapi eksotisnya nasi bakar, adalah sensasi dari racikan bumbu dan rasa pedasnya “nendang” ditambah dengan aroma daun kemangi. Nasi bakar semakin lengkap, diberi isi lauk pilihan seperti daging ayam, kambing, cumi, udang, ati ampela dan lauk tambahan lain seperti telur puyuh dan juga sosis,”pungkasnya.zaibento

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.