Penyidik Koordinasi Pihak Terkait Soal Kasus Pengroyokan Siswa

 

PESAWARAN-(PeNa), Penyidik Polres Pesawaran lakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam penanganan kasus dugaan pengroyokan yang dilakukan anak dibawah umur beberapa waktu lalu.

 

Kasus tersebut ditangani setelah adanya laporan kepolisian dengan nomor Laporan polisi no : LP/B-128/IV/2019/PLD LPG/RES PESAWARAN/SEK GD TATAAN, tgl 29 April 2019 tentang tindak pidana penganiayaan.

 

“Ya, sudah kita tangani kasus penganiayaan yang melibatkan siswa sekolah. Karena usianya masih dibawah umur, jadi kita penanganannya harus berkoordinasi dengan pihak terkait. Kan, antara korban dan para pelaku masih siswa semua, ” kata Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro, Minggu (05/05).

 

Menurutnya, identifikasi para pelaku sudah dilakukan dan sekarang masih berkoordinasi dengan pihak sekolah serta kepala desa setempat. Kasus tersebut diproses sesuai dengan ketentuan undang-undang perlindungan anak yang menjadi pedoman hukumnya.

 

“Kita sudah identifikasi guna  mengantongi nama-nama yang diduga sebagai pelaku. Namun, penanganannya harus melibatkan banyak pihak agar proporsional. Kita tangani secara profesional, tidak ada pengecualian. Setiap laporan pasti ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur, ” ujar dia.

 

Ia juga menghimbau kepada seluruh orang tua untuk waspada dan ketat dalam melakukan pengawasan kepada putra putri,baik dirumah maupun dilingkungan dimana mereka bergaul.

 

“Kita juga menghimbau kepada seluruh orang tua untuk mengawasi putra putri secara ketat dan waspada. Agar dapat terhindar dari pergaulan bebas, pengaruh narkoba, pengaruh paham radikalisme dan pengaruh negatif lainnya yang merugikan masa depannya, ” tutur dia.

 

Untuk diketahui, seorang siswa kelas IX SMP Satu Atap, Kecamatan Negeri Katon berinisial G (15) mengalami luka memar disekujur tubuhnya setelah dikeroyok oleh beberapa pelaku yang diduga siswa  SMAN 2 Pejambon Kecamatan Negeri Katon.

 

Kejadian tersebut terjadi di pinggir jalan Desa Pejambon Kecamatan Negeri Katon pada Senin (29/04) siang. Dan mengakibatkan korban harus dirawat di sebuah klinik di daerah Natar guna dilakukan tindakan medis.

 

Peristiwa tersebut juga sempat direkam dan vidionya banyak beredar di media sosial serta di beberapa group Wats App.

 

“Soalnya ini terkait perlindungan anak karena pelakunya juga di bawah umur, oleh karena itu kita juga harus memprosesnya sesuai ketentuan anak-anaj dibawah umur, ” tutupnya. 

 

 

Oleh: sapto firmansis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *