Derita Kanker dan Tumor, Sutiyem Butuh Uluran Tangan Dermawan

BANDARLAMPUNG (PeNa) – Seorang wanita penderita kanker dan tumor terpaksa harus menghentikan pengobatannya karena terbentur biaya. kanker yang di ketahui sejak bulan mei lalu, kini membuat wanita ini harus terbaring tak berdaya di rumahnya. sejumlah rumah sakit di bandar lampung tak sanggup lagi mengobati penyakit wanita ini. sehingga harus di rujuk ke Jakarta.

Sutiyem (38thn), janda buruh pabrik roti, warga jalan Alimudin Umar, Gang Rawan nomor 92, Campang Raya, Suka Bumi, Bandarlampung, kini tergolek tak berdaya di rumahnya. kanker heparium dan tumor pembuluh darah yang menyerang tubuhnya makin memburuk. sejumlah rumah sakit di Bandarlampung serta dokter spesialis tak sanggup lagi menangani penyakit ini.

Tinggal bersama di rumah saudarany. tubuh sutiyem kian hari makin terlihat kurus. perutnya terlihat membesar seperti wanita hamil. jangankan untuk berdiri dan berjalan. makan dan minum pun harus di suapi. begitu pula untuk buang air, sutiyem harus di bantu keluarganya.

Menurut Eni Sumarsih kakak ipar sutiyem, sejak didiagnosa dokter menderita kanker dan tumor pada bulan mei lalu keluarga sutiyem sudah membawanya ke sejumlah rumah sakit dan dokter spesialis namun hasil nya tidak hasilnya maksimal.

“Menurut pihak rumah sakit, penyakit yang di derita sutiyem tidak ada obatnya di lampung/ sutiyem harus di bawa ke rumah sakit di Jakarta, sutiyem kini hanya mengkonsumsi obat-obatan herbal/ dengan harapan dapat mengobati sakitnya” ujar Eni.

Dengan mata berkaca-kaca Eni menambahkan, mereka sebenernya ingin membawa sutiyem berobat ke Jakarta. Mereka masih bisa menggunakan BPJS untuk berobat, namun untuk biaya berangkat ke Jakarta dan biaya hidup selama di Jakarta, mereka tidak punya.

“Bukan tidak mampu berobat, kami masih bisa pakai BPJS. Tapi kan untuk biaya lain-lain, ongkos mondar mandirnya, biaya makan keluarga selama di Jakarta kami tidak punya. Itu yang membuat kami terpaksa harus saat ini harus di rumah,” ungkapnya.

Sementara itu Sutiyem saat di wawancarai mengaku, sangat ingin sekali bs berobat ke Jakarta, agar penyakitnya bisa sembuh. “Saya ingin berobat ke Jakarta, dapet rumah sakit yang bagus supaya sakit saya bisa sembuh. Tapi saya kasihan juga dengan keluarga saya, harus kerepotan ngurusin saya, mondar mandir, karena mereka juga punya keluarga yang harus diurusi, anak-anak” kata Sutiyem.

“Saya berharap dan berdoa semoga saja ada orang yang baik hati membantu saya, supaya saya ini bisa sembuh dan normal seperti sedia kala” ujar Sutiyem. (V)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.