Satlantas Polresta BandarLampung Punya FIFO

BANDARLAMPUNG (PeNa) – Membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) di Polresta BandarLampung kini lebih nyaman dan tertib. Sebab saat ini Polresta memiliki program inovasi First In First Out (FIFO) dalam pelayanan publik penerbitan SIM.

Selain itu, Polresta juga meresmikan Gedung Baru Pelayanan SIM, dengan menambah fasilitas, di antaranya disediakan ruang Ibu dan Anak Nursey (ruang menyusui dan tempat bermain), serta fasilitas charger.

“Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) 2526 Sat Lantas Polresta BandarLampung berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik,” ujar Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol. Wirdo Nefisco, Rabu 30 Juli 2019.

Selain itu, kata dia, Polresta juga memberikan standar pelayanan publik sejalan dan sesuai dengan misi yang diwujudkan, yaitu program promoter dan reformasi birokrasi polri dalam rangka penerbitan SIM.

“Ini kita lakukan dalam rangka untuk memberikan kenyamanan pelayanan terbaik kepada masyakat terutama dalam penerbitan sim,” kata dia.

Oleh karena itu, lanjut Wirdo, Polresta mengunakan teknologi elektronik sebagai bentuk inovasi terhadap program yang di luncurkan, berupa sistem antrian First In First Out (FIFO) yaitu sistem pelayanan berbasis teknologi sehingga pelayanan sesuai dengan nomor urut yang diambil dari alat antri FIFO.

“Dengan FIFO pembuatan mulai dari awal dan akhir daripada pemohon SIM dapat dilayani dengan sangat maksimal, dan masyarakat akan lebih nyaman,” ucapnya.

Sementara untuk peningkatan fasilitas publik, kata Kapolrest, saat ini juga telah disediakan ruang laktasi yang tertutup dan nyaman bagi para pemohon wanita yang sedang masa menyusui bayinya.

“Kita sediakan juga ruang bermain anak bagi ibu ibu yang membawa anaknya,” terang Wirdo.

Tidak hanya itu, di ruang pelayanan Sim juga teesedia charging box yang dapat digunakan pemohon untuk mengisi ulang baterai handphone serta tombol IKM atau indeks kepuasan masyarakat agar pihaknya dapat memantau sejauh mana kepuasan/ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.

“Pemohon bisa melakukan carging Handphone atau laptop dan lainnya. Pada intinya kita komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami berharap berbagai progran ini dapat lebih memaksimalkan dan memenuhi pelayanan yang dibutuhkan masyarakat Kota BandarLampung,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta BandarLampung AKP Reza Khomeini menjelaskan, diberlakukan sistim antrean elektronik ini bertujuan agar pemohon sim merasa lebih nyaman dan dapat menunggu antrean dgn tertib, dimana pemohon sim dipanggil sesuai dengan nomor antrean.

“Dengan kita terbitkannya FIFO, masyakat yang duluan hadir duluan dilayani,” kata Reza.
Menurut Kasat, inovasi dan renovasi keberadaan Sat Lantas terus dilaksanakan supaya pelayanan kepada masyarakat dapat ditingkatkan.

“Tentunya dengan kami memberikan peningkatan pelayanan kepada masyakat semoga masyakat tambah puas dengan pelayanan kepolisian, ketertiban dan tentunya polisi menuju profesional dan terpecaya,” ujar dia.

Ia menjelaskan teknis dalam pembuatan SIM dengan teknologi modern ini, sebelum mengambil antrian FIFO, masyarakat menemui petugas pelayanan untuk menyampaikan berkas kelengkapan pelayanannya.

“Menunjukan fotokopi KTP, surat kesehatan bisa kesehatan Polri ataupun kesehatan terdekat dan surat keterangan kesehatan psikologi yang bisa dilakukan di depan Polresta,” jelasnya.

Setelah berkas dinyatakan lengkap, para pemohon SIM bisa mengambil nomor antrean dari teknologi elektronik tersebut. Lalu masuk ke ruang tunggu untuk di panggil ke ruang pendaftaran dan di input online.

“Setelah di input online, jika hanya perpanjangan SIM setelah di input langsung selesai. Namun untuk pembuat sim baru pertama kali langsung menunggu antrian untuk foto. Setelah itu, uji teori komputer dan teori praktek lapangan. Setelah lulus baru bayar bank, baru selesai,” paparnya.

Dijelaskannya, untuk satu orang proses perpanjangan SIM memakan waktu sekitar 30 menit. Sementara, pembuatan SIM baru sekitar hampir 120 menit karena berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Korlantas 170 menit.

“Baik baru atau perpanjangan sama-sama menggunakan FIFO sistem. Yang memakan waktu lama prosesnya yang baru karena waktu tesnya saja hampir 15 menit dan tes lapangan yang lama karena ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab dan beberapa item harus diselesaikan,” tegasnya. (V)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *