Hard Skill Bagi Anggota Pramuka  Lakukan Aksi Nyata

PESAWARAN-(PeNa), Fakta kerusakan dan pencemaran  lingkungan menjadi fokus perhatian orang nomor satu di Bumi Andan Jejama.
Hal tersebut dikemukakan Bupati Dendi Ramadhona saat memimpin upacara peringatan Hari Pramuka ke-58 di Lapangan Perkantoran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten setempat, Rabu (14/08/2019).
Menurutnya, kerusakan dan pencemaran lingkungan merupakan kelalaian kita semua akan pentingnya memikirkan warisan yang akan diberikan kepada generasi penerus pada masa mendatang.
Diharapkan berkembangnya hard skill bagi segenap anggota pramuka untuk setiap saat melakukan aksi nyata “perang terhadap sampah plastik”.
“Saya minta sejak saat ini juga dalam kegiatan-kegiatan pramuka, mulai dari Kwartir Nasional sampai dengan gugus depan, bahkan kegiatan-kegiatan pribadi anggota pramuka kapanpun dan dimanapun berada, marilah kita menolak (refuse) penggunaan barang-barang yang berbahaya bagi lingkungan, bertekad semaksimal mungkin memanfaatkan produk yang dapat digunakan lagi (reuse) dan menghindari produk sampah yang berbahaya bagi lingkungan, ” kata dia.
Pengejawantahan kecintaaan pada alam demi menumbuhkan sikap kasih sayang kepada diri sendiri dan generasi penerus merupakan wujud lain kesiapan dan kesediaan anggota pramuka membangun keutuhan NKRI.
Kegagalan umat manusia memelihara kelestarian lingkungan, sama artinya undangan terbuka bagi timbulnya berbagai bencana, seperti banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan.
Gerakan Pramuka tidak dapat dan tidak boleh berpangku tangan setiap kali terjadi bencana, tetapi mengambil peran aktif bersama instansi terkait melakukan tindakan pertolongan pertama yang diperlukan (first aid).
Untuk itu, setiap anggota pramuka diharapkan menjadi ksatria yang sadar bencana, yang rela menolong dan rela berkorban bagi sesama, serta tabah ketika menghadapi bencana.
Keprihatinan tentang belum terstandarnya seragam pramuka, baik warna, desain, atribut dan tata cara penggunaannya, menunjukkan kurangnya perhatian selama ini tentang kesadaran arti penting persatuan dan kesatuan.
Gerakan pramuka akan siap sedia membangun keutuhan NKRI, jika kesadaran akan persatuan menjadi hal yang utama. Pembaharuan seragam mempunyai ciri kesamaan, mulai dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, mulai dari Pembina sampai dengan anggota pramuka siaga, serta mulai dari Kwartir nasional hingga Gugus Depan.
“Untuk itu pembenahan yang yang adik-adik semua bersiap untuk menyongsong wajah baru Gerakan pramuka, dengan seragam dan atributnya yang lebih terstandar, dan dilindungi hak kekayaan intelektualnya berdasarkan undang-undang yang berlaku, dan penyesuaian- penyesuaian sebagaimana konstitusi WOSM, ” tegas dia.
Oleh:sapto firmansis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.