Mengenaskan Siswa Mts Al Hikmah Kehilangan Jari Saat Renang

PESAWARAN-(PeNa), Mengenaskan, kondisi Dio Aditia (14) Siswa Kelas VIII MTs Al Hikmah Gunung Kaso Kecamatan Way Lima. Ia tergolek lemas setelah mengalami kecelakaan saat mengikuti kegiatan sekolah renang pada Minggu (04/08/2019).
Korban Warga Dusun Sidomulyo Desa Margodadi Kecamatan Way Lima tersebut tergolek lemas merintih kesakitan ketika menggerakkan badannya. Orang tuanya yang tuna wisma juga sedang menderita sakit terluka pada kaki sebelah kanan setelah terkena arit (benda tajam) saat bekerja dikebun sebulan yang lalu,akibatnya tidak bisa berjalan dan beraktifitas kembali.
Ayah korban, M. Niat menuturkan bahwa anaknya kecelakaan saat mengikuti kegiatan sekolah yakni berenang di Kolam Renang Tirta Garden di Desa Kedondong.
“Ya mas, anak saya kehilangan jari kelingking sebelah kanan saat ikut kegiatan sekolah berenang,” tutur dia,lirih saat dikunjungi dirumahnya, Selasa (06/08/2019).
Menurutnya, kejadian itu terjadi beberapa waktu lalu. “Kejadian itu terjadi pada hari Minggu (04/08/2019) lalu, anak saya kata pihak sekolah bermain perosotan, tapi pada saat itu ada paralon yang timbul, sehingga kena tangan, dan itu langsung putus mas bersama dengan uratnya, karena potongan jari tangannya dicari ternyata nyangkut diparalon itu,” ujarnya.
Ia pun mengaku kecewa dengan pihak pengelola kolam renang yang sampai saat ini belum ada komunikasi terkait hal itu.
“Saya sih berharap setidaknya ada tanggungjawab dari pihak pengelola kolam renang, katanya sih mau kesini tapi sampai sekarang belum ada yang kesini, padahal ini fatal mas, karena yang dialami anak saya ini cacat permanen,” akunya.
“Kalau pihak sekolah sih sudah cukup memberikan pengobatan terhadap anak saya, dan saya dapat informasi kata gurunya saat ini kolam renang itu sudah diperbaiki,” timpalnya.
Ia pun menginginkan adanya perawatan intensif terhadap anaknya. “Ini kan baru dapat perawatan dari Puskesmas Kedondong, dan sekarang anak saya susah tidur karena merasakan sakit pada jari tangannya yang hilang,” ucapnya.
Menanggapinya, Pemilik Kolam Renang Tirta Garden, Saukani juga membenarkan soal adanya kecelakaan di tempat usahanya.
“Iya benar, tapi kejadian pastinya saya tidak tahu. Tau-tau anak-anak pada teriak, kira kita becandaan. Karena mereka pada becandaan saat renang, ” ucapnya.
Dijelaskan, korban mengalami luka pada jari akibat kena samping prosotan air saat bermain. Tempat tersebut dibuat dari viber dan ada paralonnya disamping, dimungkinkan posisi duduknya nyamping.
“Usai kejadian, saya minta tolong adik saya menghantarkan ke Puskesmas Kedondong untuk diobati. Habis itu, anaknya di anterin pulang ama gurunya. Ya gurunya itu masih saudara saya, dan malamnya katanya mau ketemuan dengan saya tapi ditunggu tidak datang sampai sekarang. Kan saya tidak tau alamat rumah anak itu,” jelas dia.
Ditegaskan, kolam renang tersebut sebenarnya belum dibuka untuk umum karena pembangunannya belum selesai. Namun, karena banyak yang datang jadi diperbolehkan berenang dengan membayar Rp10ribu perorang.
“Sebenarnya ini belum diresmikan,tapi mereka pada datang. Saya bagikan brosur juga tidak dan hanya membayar sepuluh ribu rupiah saja masuknya. Coba kalian lihat,masih banyak orang bekerja karena memang belum selesai pembuatannya, ” tegas dia.
Sementara itu Kepala Sekolah Mts Al Hikmah Adi Triono saat ditemui dirumahnya sedang tidak ada ditempat dan menurut tetangga rumahnya sedang bantu dirumah saudaranya yang sedang hajatan.
Oleh:sapto firmansis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *